![]() |
| Bupati Bima Umi Dinda saat tekan sirine sebagai tandai dimulainya pembangunan masjid agung Bima tersebut. |
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dalam sambutannya, arti penting pembangunan sarana ibadah ini, karena Bima memiliki sejarah ke Islaman yang besar dan sudah seharusnya memiliki pusat dakwah sebagai pusat berkumpulnya seluruh organisasi Islam, para ulama dan mendidik generasi muda menjadi generasi Islami yang terus membawa harum Dana Mbojo, ujarnya yang disakikan Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhamad Putera Ferryandi S.IP, Unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Bima, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala Perangkat Daerah dan tokoh masyarakat.
Meskipum dalam suasana Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), tetapi tidak boleh menghilangkan semangat untuk terus membangun. "Itulah sebabnya peletakan batu pertama di laksanakan untuk menggugah dan mengingatkan semua elemen bahwa Bima yang terkenal dengan syiar Islam melakukan pembangunan masjid di hari yang bersejarah yaitu bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Bima pada tanggal (5 Juli 2020) ini", ingat Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bima Taufik, ST, MT pada wartawan, katanya pembangunan masjid ini diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu tahun lebih dan In Sya Allah sekitar Tanggal 8 September 2021 mendatang, masjid ini sudah bisa beroperasi.
“Adapun luas bangunan Masjid Agung ini seluas 6474 M2 meter persegi dan terdiri dari atas bagian bangunan Lantai dasar meliputi ruangan ball room 567 m2, tiga ruang kantor dengan luas 162 m2, enam ruangan tempat wudhu, dua ruangan penitipan barang, dan ruangan serkulasi lantai satu, ruang sholat pria 2025 m2 dan pelataran 2877 m2, sedangkan lantai dua di peruntukan bagi ruang sholat bagi wanita seluas 1080 m2,” singkatnya. (Red. TN)
“Adapun luas bangunan Masjid Agung ini seluas 6474 M2 meter persegi dan terdiri dari atas bagian bangunan Lantai dasar meliputi ruangan ball room 567 m2, tiga ruang kantor dengan luas 162 m2, enam ruangan tempat wudhu, dua ruangan penitipan barang, dan ruangan serkulasi lantai satu, ruang sholat pria 2025 m2 dan pelataran 2877 m2, sedangkan lantai dua di peruntukan bagi ruang sholat bagi wanita seluas 1080 m2,” singkatnya. (Red. TN)
