| Drs. H. Abdul Gafar Abdullah (Ujung Kiri), Suhardin (Tengah Kiri), Wakil Ketua I Suwadi (Tengah Kanan) dan Ketua Wakil Ketua II Drs. Syaiful, M. Pd (Ujung Kanan). |
Kota Bima, Tupa News.- Pergurus Daerah (PD) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bima Senin (14/06/2021) menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) PGRI Kecamatan Mpunda Kota Bima Tahun 2021 di Aula SDN 40 Lewirato Kota Bima dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI Kota Bima Suhardin, S. Pd., M.Si dengan tema “Mewujudkan peran PGRI sebagai organisasi profesi dan perannya dalam meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21”.
Dalam laporannya Ketua Panitia Gufran, S. Pd.I mengatakan, Pengurus PGRI Kecamatan Mpunda pada periode sebelumnya banyak yang sudah masuk usia pensiun (Purna Tugas), sementara anggaran yang digunakan pada konfercab ini senilai Rp. 8.850.000 dengan jumlah peserta 42 orang atau 19 Ranting (Diwakili 2 orang pengurus per ranting), singkat Gufran Kepala SDN 40 Lewirato Kota Bima yang juga Sekretaris Bidang Kesejahteraan dan Ketenaga Kerjaan PD PGRI Kota Bima.
Sementara dalam sambutan pembukannya Ketua PGRI Kota Bima Suhardin mengatakan, Konfercab PC Mpunda alhamdulillah dilakukan hari ini, sedangkan PC Kecamatan Raba akan digelar dalam waktu dekat, sedangkan PC (Kecamatan) lainnya sudah selesai. “Ketika PC Raba selesai Konfercab, maka akhir Juni ini PD PGRI Kota Bima akan gelar Konferensi Kerja I (satu tahun sekali) atau paling telat akan digelar awal Juli mendatang,” ujarnya.
Lanjut Suhardin yang juga Kepala SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima ini, PGRI lahir 100 hari setelah Negara Republik Indonesia Merdeka, sehingga dengan lahirnya organisasi profesi lain, maka kader PGRI untuk tidak usah risau. Karena itu bhineka berorganisasi jadi mereka (organisasi profesi lain, red) merupakan mitra kerja PGRI dan yang terpenting PGRI sudah sukses memperjuangkan Sertivikasi Guru sejak kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudiyono (SBY) hingga sekarang.
Lanjut Suhardin yang juga Kepala SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima ini, PGRI lahir 100 hari setelah Negara Republik Indonesia Merdeka, sehingga dengan lahirnya organisasi profesi lain, maka kader PGRI untuk tidak usah risau. Karena itu bhineka berorganisasi jadi mereka (organisasi profesi lain, red) merupakan mitra kerja PGRI dan yang terpenting PGRI sudah sukses memperjuangkan Sertivikasi Guru sejak kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudiyono (SBY) hingga sekarang.
Sementara iuran wajib anggota PGRI, Suhardin juga menyampaikan iuran tersebut dibagi lima yakni, distor ke pusat, propinsi, daerah, cabang dan ranting. “Jadi saya sarankan tidak usah bertanya kemana saja arah iuran PGRI tersebt dan nanti kami pengurus akan jelaskan pada Konferensi Kerja, sehingga diharapkan bagi seluruh pengurus cabang dan ranting untuk ikuti konferensi kerja tersebut,” jelasnya, sambil mengapreasi Tim regu padura SDN 40 Lewirato yang tampil dengan elegan pada lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne PGRI. (TN – 01)