Kota Bima, Tupa News.- Proses Penilaian Akhir Semester (PAS) Genap Tahun 2021 SMA Negeri 2 Kota Bima berlangsung aman dan lancar. PAS yang berlangsung selama delapan hari sejak Tanggal 05 -14 Juni tidak ditemukan kendala yang memberatkan, walaupun ada gangguan sinyal tapi dapat diatasi secepat mungkin, atau ibaratnya dapat dikendalikan sehingga pelaksanaan PAS tatap muka terbatas berbasi android berlangsung aman dan lancar.
Pada PAS tersebut tentu mengedepankan Prokes Covid-19 yakni per ruang kelas ujian hanya di isi oleh rata-rata peserta ujian 16 siswa dan 1 orang pengawas (guru), sedangkan yang keliling kelas saat pelaksanaan ujian dibantu oleh seorang proktor dan 3 orang tenaga teknisi IT, demikian disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Kota Bima H. Eddy Salkam, S. Pd melalui Staf Kurikulum Suhardin, SH pada Tupa News saat ditemui diruang guru Rabu (16/06/2021).
Pada PAS tersebut tentu mengedepankan Prokes Covid-19 yakni per ruang kelas ujian hanya di isi oleh rata-rata peserta ujian 16 siswa dan 1 orang pengawas (guru), sedangkan yang keliling kelas saat pelaksanaan ujian dibantu oleh seorang proktor dan 3 orang tenaga teknisi IT, demikian disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Kota Bima H. Eddy Salkam, S. Pd melalui Staf Kurikulum Suhardin, SH pada Tupa News saat ditemui diruang guru Rabu (16/06/2021).
![]() |
| Staf Kurikulum SMAN 2 Kota Bima Suhardin, SH |
Kata Suhardin selama proses PAS tidak ditemui kendala hanya saja jaringan yang melelet terjadi di Hp android siswa itu sendiri, sehingga yang mengalami gangguan jaringan tersebut pihak SMAN 2 Kota Bima mengarahkan untuk menggunakan komputer diruang multi media yang tersedia 40 unit perangkat komputer.
Sementara terkait Prokes Covid-19 sekolah menyediakan tempat suci tangan dimasing-masing kelas dan disepanjang pintu gerbang masuk sekolah ini juga banyak disediakan tempat suci tangan, siswa diwajibkan memakai masker, sedangkan menjaga jarak terbukti pihak sekolah hanya mengisi 16 orang per ruang kelas ujian. Apalagi pelaksanaan ujian tersebut dilakukan secara doubel shiff atau menggunakan dua sesi, selama dua jam mata pelajaran setiap hari ujian tersebut.
Sementara terkait absensi (Kehadiran peserta ujian), menurut Suhardin semua siswanya 100 porsen hadir mengikuti PAS dimaksud, kalaupun ada 1 sampai 2 orang siswa yang tidak hadir atas dasar sakit, maka diberikan waktu untuk mengikuti ujian dihari berikutnya, sehingga tidak ada peserta ujian yang meninggalkan PAS. "Alhamdulillah total peserta ujian PAS SMAN 2 kobi sebanyak 558 siswa, semuanya ikut ujian PAS yang terbagi dari Kelas Sepuluh 311 orang (10 Rombel) dan Kelas Sebelas 247 orang (7 Rombel)," bebernya. (TN – 01)
Sementara terkait Prokes Covid-19 sekolah menyediakan tempat suci tangan dimasing-masing kelas dan disepanjang pintu gerbang masuk sekolah ini juga banyak disediakan tempat suci tangan, siswa diwajibkan memakai masker, sedangkan menjaga jarak terbukti pihak sekolah hanya mengisi 16 orang per ruang kelas ujian. Apalagi pelaksanaan ujian tersebut dilakukan secara doubel shiff atau menggunakan dua sesi, selama dua jam mata pelajaran setiap hari ujian tersebut.
Sementara terkait absensi (Kehadiran peserta ujian), menurut Suhardin semua siswanya 100 porsen hadir mengikuti PAS dimaksud, kalaupun ada 1 sampai 2 orang siswa yang tidak hadir atas dasar sakit, maka diberikan waktu untuk mengikuti ujian dihari berikutnya, sehingga tidak ada peserta ujian yang meninggalkan PAS. "Alhamdulillah total peserta ujian PAS SMAN 2 kobi sebanyak 558 siswa, semuanya ikut ujian PAS yang terbagi dari Kelas Sepuluh 311 orang (10 Rombel) dan Kelas Sebelas 247 orang (7 Rombel)," bebernya. (TN – 01)

