![]() |
| Kepsek H. Eddy Salkam saat pimpin upacara hari Senin pagi. |
![]() |
| siswa SMAN 2 Kota Bima saat mengikuti Upacara Bendera Senin pagi. |
Kota Bima, Tupa News.- Hari pertama masuk sekolah Senin (12/07/2021) serentak pada tahun ajaran baru 2021/2022. Nampak guru dan siswa SMA Negeri 2 Kota Bima disibukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya; diawali dengan upacara bendera, kegiatan belajar mengajar pada semester ganjil Tahun Pelajaran (Tapel) 2021/2022, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan diakhiri dengan kegiatan rapat dinas hari pertama masuk sekolah.
Kegiatan belajar mengajar pada semester ganjil Tapel 2021/2022, dilakukan dengan merujuk pada surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) serta berdasarkan kalender pendidikan. Pada hari pertama sekolah diawali dengan kegiatan upacara bendera yang dihadiri oleh guru dan staf UPTD serta siswa SMAN 2 Kota Bima.
Pada moment upacara bendera Kepala Sekolah (Kepsek) H. Eddy Salkam, S. Pd sebagai pembina upacara sebelum mengakhiri pengarahannya, langsung membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tapel 2021/2022. Dalam arahannya sebagai pembina upacara Kepsek H. Eddy mengucapkan selamat kepada calon peserta didik baru karena telah memperoleh kesempatan untuk belajar di SMAN 2 Kota Bima yang merupakan salah satu sekolah penggerak yang ada di Provinsi NTB. "Tidak semua calon siswa baru bisa masuk karena terhalang zonasi dan prasyaratan lainnya, maka berbanggalah anak-anakku yang bisa masuk di SMAN 2 Kota Bima," ujar H. Eddy.
Kata H. Eddy, bahwa Sekolah Penggerak bertujuan menciptakan siswa Indonesia yang berkarakter dengan profil pelajar pancasila dengan ciri-ciri, beriman, bertawa kepada tuhan yang maha esa, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan global.
Profil pelajar pancasila akan terwujud dengan SMAN 2 Kota Bima yang menerapkan paradigma baru dalam pembelajaran yaitu, dengan menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran (student Center). "Guru hanya sebagai pembimbing dan fasilitotor dalam pembelajaran, dengan demikian belajar akan lebih bermakna, siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri dari berbagai sumber yang ada di sekitarnya, bukan menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan potensi dirinya dengan berbagai cara dan hal ini adalah sebagai bentuk kemerdekaan belajar yang diprogramkan Mas Menteri Nadiem Makarim," beber H. Eddy.
Kegiatan MPLS direncanakan berlangsung selama 6 hari, mulai tanggal 12 - 17 Juli 2021. Adapun tekhnis pelaksanaanya dilakukan dengan cara di luar ruangan (outdoor). Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19, juga dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. Siswa sejak pertama masuk di pintu sekolah dilakukan pengecekan suhu badan, diwajibkan menggunakan masker dan diwajibkan mencuci tangan pada tempat yang sudah disiapkan oleh sekolah.
Ada beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan MPLS yang antara lain, program sekolah penggerak, kesadaran berbangsa dan bernegara, profil pelajar pancasila, wawasan wiyata mandala serta materi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pencegahan penularan Covid-19 yang disampaikan oleh BNN Kabupaten Bima dan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima.
Sementara pada kegiatan rapat dinas hari pertama masuk sekolah, kepsek H. Eddy juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh stake holder sekolah yang telah terlibat secara aktif mensukseskan seluruh program sekolah pada tahun pelajaran sebelumnya (Tapel 2020/2021, red) dan berharap terus berkelanjutan untuk susksesnya seluruh program Tapel 2021/2021 yang akan berjalan. Juga menyampaikan bahwa tantangan ke depan akan jauh lebih kompettitif dengan ditunjuknya SMAN 2 Kota Bima sebagai sekolah penggerak.
Disamping itu akan sangat berdampak positif bagi perkembangan sekolah dan peserta didik, karena pemerintah pusat akan memberikan dana BOS Kinerja bagi seluruh sekolah penggerak dan khususnya SMAN 2 Kota Bima. Dengan dana tersebut dapat dikembangkan untuk pengembangan kompetensi seluruh stake holder sekolah yang tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik yang menjadi subjek pendidikan.
Pada kesempatan yang sama juga Pengawas Pembina SMAN 2 Kota Bima H. Arifuddin, H.AK., M.Pd menaruh harapan dan sangat optimis program sekolah penggerak akan mencapai kesuksesan di SMAN 2 Kota Bima, dengan menekankan bahwa inti dari pembentukan profil pelajar pancasila harus dimulai dari tenaga pendidik atau guru itu sendiri, karena keteladanan dari guru adalah faktor yang paling penting dalam membentuk karakter peserta didik, harap H. Arifuddin ini.
Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar SMAN 2 Kota Bima menerapkan system Blended Learning yaitu, menerapkan proses belajar mengajar dengan melakukan kolaborasi antara tatap muka di sekolah dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Ini berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Dinas Dikbud Provinsi NTB. Saat pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, dalam satu ruangan hanya diisi oleh maksimal 18 siswa dengan jarak tempat duduk minimal 1 Meter.
Sistemnya dengan system Shift atau Blok, siswa belajar tatap muka di sekolah secara bergantian dengan pengaturan siswa nomor urut absen ganjil dan genap bergantian. Pada saat siswa lain belajar tatap muka di sekolah maka siswa yang lainnya melakukan Belajar Dari Rumah (BDR), dengan demikian seluruh siswa mendaptkan keadilan untuk mendapatkan layanan pendidikan yang adil dan merata. Demikian press releas dari pihak sekolah yang dikirim Ibnu Hajar, M. Pd selaku Wakasek Humas SMAN 2 Kota Bima pada media Tupa News Senin (12/07/2021) sore. (TN - 01)

