![]() |
| Asesmen Nasional guru SMAN 1 Kota Bima berlangsung diruang guru sekolah setempat. |
![]() |
| Siswa sebanyak 90 orang, ikuti AKM diruang di Laboratorium Multimedia. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu instrumen Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) Instrumen AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.
Untuk mendukung program AKM tersebut, SMA Negeri 1 Kota Bima menggelar kegiatan Asesmen Nasional dengan melibatkan siswa dan guru. Khusus siswa, disekolah Penggerak ini melaksanakan dua program yakni, survey karateker dan survey lingkungan belajar dengan melibatkan 90 siswa yang terdiri dari siswa Kelas X dan siswa Kelas XI atau masing-masing melibatkan 45 orang siswa. "Selama 4 hari mereka (siswa) di Laboratorium Multimedia. Sementara diruang guru berlangsung kegiatan survei lingkungan mengajar guru yang diikuti Kepala Sekolah dan semua guru yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebanyak 81 orang baik guru PNS dan Non PNS, ujar Kepala SMAN 1 Kota Bima Dedy Rosadi, M.Pd., M. Sc melalui Wakasek Bagian Humas Saifulah, S. Pd pada Tupa News Senin (27/09/2021).
Insya Allah kegiatan AKM ini digelar mulai Senin (27/09/2021) hingga Kamis (30/09/2021) baik siswa dan guru-gurunya. Untuk Kegiatan AKM siswa berlangsung secara shift, yakni 25 orang per sesi (pertemuan) dalam satu hari dengan menggunakan dua ruangan (ruang 1 sebanyak 15 siswa dan ruang 2 diikuti 10 siswa), bebernya sambil menambahkan AKM bagi 90 orang siswa dipandu oleh dua orang Proktor (petugas yang menangani aspek teknis aplikasi pelaksanaan Asesmen Nasional) yakni, Ridwan S. Pd dan Sukrawati, S. Sos dibawah koordinator Wakasek Humas Saifulah.
Seperti diketahui publik, salah satu kebijakan penting yang diambil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Tahun 2020 lalu adalah kebijakan Asesmen Nasional. Berbeda dengan Ujian Nasional (UN), asesmen nasional tidak lagi mengevaluasi capaian hasil belajar peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.
Asesmen Nasional Tahun 2021, nantinya akan terdiri dari tiga bagian, yaitu AKM Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Kompetensi yang dinilai mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi.
AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi. AKM juga dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan hanya penguasaan konten.
Ada dua kompetensi yang akan diukur melalui AKM, yaitu:
1. Literasi
Asesmen Literasi bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas Individu sebagai warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
2. Numerasi
Dilaksanakan untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia
Dalam AKM, kompetensi terkait literasi dan numerasi akan dapat ditinjau dari 3 aspek, yaitu konten, proses kognitif, dan konteks. Bentuk soal AKM terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. AKM disusun berdasarkan indikator-indikator kompetensi yang membentuk lintasan kompetensi hasil belajar yang bersifat kontinum.
AKM hanya akan diikuti oleh peserta didik kelas V, VIII, dan Kelas XI berdasarkan sensus satuan pendidikan dengan sampel peserta didik selama 2 hari. Dari segi jumlah soal, nantinya siswa kelas V mengerjakan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan numerasi. Sedangkan siswa kelas VIII dan Kelas XI akan mengerjakan 36 soal. (TN - 01/Adv.)

