![]() |
| Nampak siswa-siswi SDN 29 Tanjung sedang fokus nonton bareng. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Sebanyak 85 orang/siswa Kelas V dan 100 orang/siswa Kelas VI SDN 29 Tanjung Kota Bima pada Kamis (30/09/2021) pagi di ruang guru bertepatan dengan Hari Peringatan Gerakan 30 September (G-30-S/PKI), menggelar Nonton Bareng (Nobar) tentang peristiwa Gerakan September PKI.
Dalam sejarah, PKI Madiun dijelaskan sebagai sebuah gerakan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah yakni Republik Indonesia dan mengganti landasan. Tujuan utama dari gerakan PKI adalah membentuk negara komunis di Indonesia
Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai berideologi komunisme, atau Marxisme-Leninisme, yang pernah berdiri di Indonesia. PKI pernah terlibat pemberontakan di Madiun pada Tahun 1948 dan penculikan para jenderal Angkatan Darat pada 30 September 1965, yang membuat partai ini dilarang di Indonesia.
PKI pernah menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia (setelah Partai Komunis China dan Partai Komunis Uni Sovyet) sebelum diberantas pada Tahun 1965. PKI berdiri pada tahun 1914, dengan nama Asosiasi Sosial Demokrasi Hindia (Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, ISDV). ISDV dibentuk oleh 85 aktifis Belanda yang sedang berada di Indonesia saat itu.
ISDV mulai berkembang setelah anggotanya berkembang sebagai bagian organisasi Sarekat Islam dan membentuk kelompok Sarekat Rakjat. Sarekat Rakjat akhirnya memisahkan diri dari SI dan bersama ISDV menjadi cikal bakal Partai Komunis Indonesia pada tahun 1924.
Pada masa penjajahan Belanda, PKI berupaya memberontak pada Tahun 1926, namun gagal dan banyak tokohnya diasingkan ke Boven Digul di Papua. Penangkapan ini membuat PKI mati suri hingga kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Setelah Indonesia, tokoh PKI kembali muncul, seperti Musso yang sebelumnya melarikan diri ke Uni Sovyet. OKI kemudian ikut dalam penolakan Perjanjian Renville dan terlibat dalam Pemberontakan di Madiun, Jawa Timur pada Tahun 1948 namun pemberontakan ini berhasil dipadamkan.
Pada Tahun 1950-an PKI kembali bangkit dipimpin oleh DN Aidit, dan ikut dalam pemilihan umum 1955, di mana PKI memperoleh 16% suara dan menjadi salah satu partai besar setelah Partai Nasionalis Indonesia, Masyumi dan Nahdlatul Ulama.
PKI menjadi partai dominan seiring dengan diberlakukannya Demokrasi Terpimpin pada tahun 1950. Ini menyebabkan pertentangan antara PKI dengan kelompok agama serta TNI. Partai Komunis Indonesia akhirnya dilarang, setelah terjadi peristiwa penculikan para Jenderal Angkatan Darat dalam Gerakan 30 September 1965. Penculikan ini dilakukan pada malam 30 September dan menewaskan para jenderal Angkatan Darat.
Pelarangan ini dilakukan melalui Ketetapan MPRS Nomor XXV Tahun 1966 yang berisi larangan terhadap penyebaran ajaran-ajaran komunisme, Leninisme, dan Marxisme. Banyak tokoh komunis dibunuh pada Tahun 1966, dan sisanya dibuang di pulau Buru. Demikian yang dikutip media ini di internet. (TN - 01)
