KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Rabu (29/09/2021) SDN 1 Melayu Kota Bima gelar Festival Literasi Sirih Puan dengan "Tema" (1) mewujudkan pembelajaran tatap muka menjalankan program Vaksinasi bagi guru dan Tendik (Tenaga Pendidikan) dan, (2) menyambut pembelajaran tatap muka dengan beradaptasi kebiasaan baru melalui "Kreativitas Siswa" serta dengan Motto : Sirih Puan (Santun, Religius, Pribadi dan Andal).
Kepala SDN 1 Melayu Kota Bima, Asnar Karnilita, S. Pd., SD mengatakan, festival ini diikuti oleh seluruh siswa sebanyak 370 orang yang terdiri dari siswa Kelas I hingga Kelas VI, festival ini juga merupakan program budaya harian literasi Sirih Puan yang digelar setiap Minggu dan festival digelar setiap akhir bulan. "Bulan September ini merupakan sekaligus ferstival perdana dalam menyambut kebiasaan baru untuk menggali potensi dan bakat anak (siswa) sebagai perwujudan merdeka belajar untuk mewujudkan generasi yang berprofil pelajar Pancasila," ujar Kasek Asnar.
Kata Asnar, di SDN 1 Melayu dikenal dengan SERASI (Setiap Rabu Literasi Sirih Puan) dan kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Komite Sekolah dan orang tuan wali. Sementara panitianya, Endang Mariniwati, S.Pd (Guru Penggerak Angkatan III Tahun 2021) selaku Ketua Panitia dan sebenarnya festival ini sudah menjadi program sekolah ini sebelum dilanda Covid-19, namun dengan Covid-19 seluruh kegiatan yang melibatkan orang banyak (kerumunan) ditiadakan dan baru akhir September 2021 ini digelar.
![]() |
| Kasek ibu Asnar foto bersama guru penggerak hebat, Endang Mariniwati diarena pentas literasi. |
Untuk itu, sekolah ini setiap hari dikenal dengan istilah sebagai berikut (hari kebiasaan dengan kebiasaan baru). Seperti Senin (upacara rutin, maupun upacara hari besar lainnya), Selasa (gotong royong dan periksa kesehatan), Rabu (Literasi), Kamis (Berbagi/Sarapan Bersama), Jum'at (Imtaq) dan Sabtu (Senam Bersama) dan hari Sabtu itu disekolahnya wajib menggunakan Budaya Rimpu baik guru dan siswa serta menggunakan Bahasa Daerah Bima.
Lanjut Asnar, festival ini sebagai upaya melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai filosofi KHD (Ki Hajar Dewantara). Selain itu, disekolah yang dipimpinnya dibiasakan dengan istilah lain-lain seperti, Budaya 6 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Sedekah) dan pembiasaan 4 kata AJAIB (Maaf, Permisi, Tolong dan Terima kasih) atau dalam bahasa daerah (Bima) dikenal dengan "Lemboade, Santabe dan Io ta) serta istilah LISA (Lihat Sampah Ambil).
Berikut visi dan misi "Literasi Sirih Puan" SDN 1 Melayu. Visi : menjadikan warga sekolah unggul berliterasi dan mewujudkan profil belajar Pancasila dengan ekosistem budaya pembelajar sepanjang hayat.
Misi : (1) menumbuhkan minat pembaca siswa melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, (2) meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan SERBUK (Sehari Dengan Buku), (3) meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui workshop dan pendampingan, (4) memberikan pendampingan kepada siswa menghasilkan karya digital atau non digital melalui klinik Literasi, (5) memberikan motivasi kepada siswa untuk menjadi generasi milineal yang literat, (6) meningkatkan kemampuan literasi digital melalui kegiatan pemanfaatan TIK, dan (7) menumbuhkan karakter kewirausahaan kekinian melalui dunia maya.
Dari pantauan langsung media ini, para murid (siswa) menampilkan karyanya masing-masing, baik pembacaan puisi, pidato, tarian, nyanyian, sholawat, adzan, pantun, senam, da'i cilik, cerita rakyat dan menghafal perkalian. (TN - 01/Adv.)

