![]() |
| Kasek Dedy Rosadi sedang memberikan sambutan pada bimtek fasilitator Sabtu (02/10/2021) di Aula SMAN 1 Kota Bima. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Tepatnya di Aula SMA Negeri 1 Kota Bima Sabtu (02/10/2021) pagi digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) guru pendamping (Fasilitator) projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kegiatan yang diikuti 40 orang guru tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Propinsi Nusa Tenggara Barat Bima dan Kota Bima Drs. Anwar Hamzah, SH., M. Si, juga disaksikan oleh dua orang Pengawas Pembina SMAN 1 Kota Bima Drs. H. Sahbudin dan Drs. H. Arifuddin, M. Pd serta Ketua Komite Sekolah Drs. Ihwan Budiman, M.Si.
Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Profil pelajar Pancasila tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.
Profil pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, seperti dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
6 profil pelajar Pancasila yaitu sebagai berikut:
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.
Pelajar Indonesia yang berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar Pancasila memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia adalah akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara.
2. Berkebinekaan global
Pelajar Indonesia mempertahankan kebudayaan luhur, lokalitas, dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Perilaku pelajar pancasila ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan memungkinkan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.
Elemen kunci berkebinekaan global adalah mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.
3. Gotong royong
Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong royong, yaitu kemampuan pelajar Pancasila untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.
Elemen kunci gotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
4. Mandiri
Pelajar Indonesia adalah pelajar mandiri, yaitu pelajar Pancasila yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci mandiri adalah kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi dan regulasi diri.
5. Bernalar Kritis
Pelajar yang bernalar kritis adalah pelajar Pancasila yang mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya.
Elemen kunci bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil keputusan.
6. Kreatif
Pelajar yang kreatif adalah pelajar Pancasila yang mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci kreatif adalah menghasilkan gagasan yang orisinal dan menghasilkan karya serta tindakan yang orisinal.
Sementara itu, dalam sambutan pengantarnya Kepala SMAN 1 Kota Bima, Dedy Rosadi, M.Pd., M.Sc mengatakan, Kegiatan penguatan projek profil pelajar pancasila dalam rangka mensukseskan profil pelajar pancasila dan pembelajaran paradigma baru. Untuk itu perlu impelementasi projek pancasila dengan 7 tema,.sehingga untuk tahun pertama ini dilaksanakan dengan tiga tema dulu yaitu bhineka tungal ika, kearifan lokal, dan gaya hidup berkelanjutan. "Saya berharap semua guru yang mengajar di kelas 10 sebagai komite pembelajar serius mengikuti kegiatan ini, karena tema yang tertera itu masuk jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), namun tidak terkait substansi Mata Pelajaran (Mapel). Semoga kegiatan ini makin meningkatkan kualitas sekolah. Amien," singkat Kepsek Dedy.
Begitupun pada sambutan tunggal, Anwar Hamzah selaku KCD menjelaskan, kegiatan dan program ini merupakan upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat SMA/SMK wilayah KCD Dikbud Bima dan Kota Bima. Sehingga SMA/SMK wilayah KVD Bima dan Kota Bima terus berkembang dan saling bersaing sehat serta berlomba-lomba mengadakan kegiatan mutu pendidikan dimaksud. "Hari ini saja (Sabtu, 02 Oktober 2021) kami menghadapi dua kegiatan sekaligus, yakni Launching Batik Mantika di SMKN 3 Kota Bima yang bertepatan dengan Perayaan Hari Batik Nasional dan bimtek fasilitator projek penguatan profil pelajar pancasila di SMAN 1 Kota Bima," ujarnya.
Anwar juga berharap, agar keimanan (dibidang keagamaan) harus ditingkat lagi pada siswa didik. Pasalnya mereka (siswa) akan berhadapan dengan dunia luar, sehingga keimanan dan ketakwaan harus lebih digejot lagi. "Semoga siswa asal SMAN 1 Kota Bima bisa bersaing ditingkat nasional dan internasional," harap Anwar. (TN - 01/Adv.)
