| Kasek ibu Asnar sedang dampingi siswinya yang membaca doa tolak bala (Doa Dana). |
| Siswi SDN 1 Melayu sedang "Ngaha Karedo" (makan bubur nasi) pada kegaiatan imtaq Jumat (08/10/2021). |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- SDN 1 Melayu Kota Bima gelar Imtaq dan Do'a Dana (Tolak Bala) dengan cara "Ngaha Karedo" (makan bubur nasi) oleh siswa setempat dihalaman sekolah, Jum'at (08/10/2021) pagi hari. Kegiatan ini merupakan Budaya Rutin setiap hari Jum'at Sirih Puan (Santun, Religius, Pribadi dan Andal).
Kepala SDN 1 Melayu Asnar Karnilita, S. Pd. SD mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas asekolah ini, seperti yang diberitakan sebelumnya setiap hari dikenal dengan Senin (upacara bendera dan hari besar lainnya), Selasa (gotong royong dan cek kesehatan), Rabu (Literasi), Kamis (berbagi/sarapan bersama), Jum'at (imtaq) dan Sabtu (Senam bersama). "Untuk kegiatan imtaq yang dirangkaikan dengan doa tolak bala serta makan bubur nasi bersama ini adalah kerjasama dari seluruh wali kelas dari Kelas I sampai Kelas VI. Baik dari menyediakan bubur nasi, hingga berbagi sadekah kepada siswa sejumlah 370 orang atau 16 Rombongan Belajar (Rombel) ini," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya.
Khusus doa tola bala tersebut, kasek, dewan guru dan siswa yang disaksikan sebagian wali murid merupakan bertujuan untuk doa kesehatan, agar siswa dan guru dapat melakukan aktifitas belajar mengajar dengan sehat jasmani dan atas perlindungan Allah SWT, dan tentunya juga harapan besar dalam Doa Dana itu, yakni semoga wabah yang mendunia dan mematikan ini (Covid-19, red) segera meredah.
Lanjut Kasek ibu Asnar ini, bahwa Sabtu (09/10/2021) khusus siswa Kelas VI-B sebanyak 27 orang akan melakukan kemah Merdeka di Lingkungan Kedo Keluraham Ule Kecamatan Asakota selama satu hari saja atau dikenal dengan Persami (Perkemahan Sabtu - Minggu). "Perkemahan ini merupakan program kerja nyata Calon Guru Penggerak (CGP) Endang Mariniwati, S. Pd, kebetulan ibu Endang ini adalah wali kelas VI-B dan terkait kegiatan perkemahan tersebut, dirinya (ibu Endang) sudah koordinasi dengan pihak sekolah dan mendapatkan persetujuan dari wali murid melalui surat ijin orang tua siswanya langsung," tutup Ibu Asnar ini. (TN - 01)