| SDN 18 Dodu terlihat seperti dalam danau, akibat tertutup air lumpur akibat banjir Sabtu (20/11/2021) hingga Senin (22/11/2021) masih digenangi air dan proses KBM terhambat. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Hari Sabtu (22/11/2021) secara serentak Kota Bima dan Bima pada umumnya diguyur hujan. Namun hari itu membawa bencana bagi SDN 18 Dodu yang ada di ujung Timur Kota Bima, pasalnya pada Sabtu sore hujan yang berkepanjangan itu. Menyebabkan banjir dan akibatnya, sekolah yang ada dipinggir sungai itu mendapat banjir kiriman dari gunung disekitar Dodu dan Kecamatan Wawo Kabupaten Bima.
Tentu saja, selama dua hari (Hingga Minggu, 21/11/2021) air yang masuk disekolah tidak dapat dikerjakan oleh seorang penjaga sekolah saja dan akhirnya pada Senin (22/11/2021) baru bisa dikerjakan secara gotong royong oleh warga sekolah yang terdiri dari 183 orang siswa dan 32 orang guru (8 orang PNS/K-II dan Non PNS), ikut berpartisipasi membersihkan sisa lumpur yang memasuki seluruh areal sekolah hingga diruang belajar (kelas), dibawah pimpinan dan komando lansung Kepala SDN 18 Dodu Kota Bima H. Muhtar, S. Pd., SD.
Kata seorang guru Abdul Sabil, S. Pd didampingi Ahmad, A. Ma., Pd pada Tupa News Senin (22/11/2021) siang mengatakan, banjir kiriman tersebut masuk dihampir diseluruh kelas belajar, tepatnya di kelas I sampai dengan kelas V. Sementara dua ruang lainnya, yakni ruang guru dan ruang laboratorium komputer tidak kebanjiran, karena posisinya tinggi jadi tidak dialiri oleh lumpur. "Sangat diharapkan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Pasalnya, setiap tahun SDN 18 Dodu selalu menjadi langganan banjir (baik banjir gunung maupun banjir sungai). Sehingga diharapkan adanya pembuatan got besar atau saluran air di depan sekolah agar sekolah terhindar dari banjir," harap singkat keduanya.
Akibat banjir tersebut, Senin (22/11/2021) tidak ada proses Kegiatan Belajar Mengaja (KBM) dan dialihkan untuk kegiatan gotong royong pembersihan sekolah, menggunakan alat seala kadarnya yakni menggunakan mesin pompa air biasa. (TN - 01)