| Para Narasumber pada Talk Show 2 Minggu (19/12/2021) di Meseum Asi Mbojo. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Masih dalam kegiatan festival sekolah penggerak yang dilakukan SDIT Insan Kamil Santi Kota Bima yang digelar di Lapangan Meseum Asi Mbojo sejak Sabtu (18/12/2021) dan dihari kedua Minggu (19/12/2021) membuka Talk Show 2 Dengan tema "Wirausaha trend dunia kerja masa kini" yang dimulai pukul 10.00 pagi sampai 12.00 siang.
Talk show kedua ini yang dipandu oleh Nurul Asih Kurniawati, S. Pd.I (selaku Host), dari liputan langsung media ini, Host Nurul (Sapaan akrab Nurul Asih Kurniawati) kepada narasumber pertama yang biasa disapa Rangga Babuju (Jullhaidin, SE) yang merupakan Direktur Perumda Kota Bima Aneka Kota Bima. Saat ditanya Host Nurul tentang tema Talk show kedua ini yakni tentang wirausaha, Rangga Babuju enteng saja menjawabnya, satu saja kuncinya dalam wirausaha (bisnis) yaitu liburan pasti butuh hiburan. "Pertanyaannya hari ini kita mau kemana," tanya baliknya Rangga Babuju.
Pada kesempatan kedua, narasumbernya Ketua Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Bima, Fitriani, SE mengatakan, IPEMI ini berdiri di Kabupaten Bima sejak Tahun 2017, jadi IPEMI Kabupaten Bima alhamdulilah meraih prestasi dan IPEMI Kabupaten Bima Tahun 2020 raih juara umum empat Tingkat Nasional. "Alhamdulillah supost anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima setiap tahun sangat luar biasa sekali dari pemerintah daerah," ujar mantan Menejer Plan Internasional ini.
Lanjutnya, dari Tahun 2009 dirinya membuka usaha, sehingga untuk mempromosikan usahanya itu, dengan cara dari pintu rumah tetangga ke pintu rumah tetangga yang lainnya, sehingga alhasilnya saya bisa keliling hingga keluar negeri seperti ke Sydney Australia, naik balon udara di Turki. "Jadi dalam setiap jenis usaha itu, dibutuhkan kolaborasi, ridho dari suami itu lebih penting. Sehingga saya dapat liburan hingga keluar negeri berkat usaha yang ditekuninya itu. Hati-hati dengan bermain status dimedsos, karena status itu menjadi sebuah doa. Misalnya "bismillahirrahmanirrahim Beijing," akan tetapi saya tidak jadi berangkat ke Beijing karena Covid-19, sehingga paket liburan bagi keluarganya diganti dengan uang tunai, bebernya.
Narasumber ketiga yakni Dr. Hj. Early, M. PH., CTMR, kata seorang dokter ini bahwa dirinya terinspirasi, mulai bertugas di RSUD Bima sebagai spesialis kejiwaan, sehingga pasien saat itu membawah berbagai problema dan di antaranya persoalan ekonomi dan lain-lannya (maaf tidak bisa disebutakan lagi, karena rahasia pasien). "Usaha saya bergerak pada pemberdayaan, itupun dari awalnya mengubah pengeluaran menjadi pemasukan. Setelah berhasil saya mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk berhijrah, dari pengeluaran untuk menjadi tabungan. Jadi pilihannya adalah banyak pengeluaran tapi penghasilan bertambah, atau kurangi pengeluaran untuk menabung," beber Dr. Hj. Early sambil menambahkan, mari mulai belajar dari sekarang, karena usaha (bisnis) ini dimulai dari diri sendiri, baru mengajak orang lain.
Lanjut narasumber ke-4 yakni, Retno Arumdati (Pengusa Owner Syakira Craft) mengatakan sebelumnya saya hanya seorang Ibu rumah tangga yang biasa saja, saya belajarnya dari geogle (cara bodohnya saya pribadi), ketemulah Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima, saya dibimbing sehingga dirinya belajar dari pelatihan dan kursus. 'Kita harus mengutamakan bahwa kita lebih bodoh, karena kalau menganggap lebih pintar maka kita cepat puas, lain hal masih bodoh maka targetnya adalah belajar, belajar dan masih belaja," ujarnya sambil menambahkan, saya punya cita-cita "berawal dari hobi menghasilkan industri". (TN - 01/Adv)