![]() |
| Kepala Kemenag Kota Bima Ahmad Taufik (baju putih) foto bersama Kepala SDN 59 Rasalewi H. Latif, Senin (18/04/2022). |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- SDN 59 Rasalewi Kota Bima Senin (18/04/2022) gelar Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) hingga Sabtu (23/04/2022) kedepan, dihari pertama itu (Senin, red) pihak sekolah langsung menggunakan ujian berbasis Ilmu dan Teknologi (IT) yakni chromebook yang baru diserahkan Pemerintah melalui Kemendikbudristek RI Tahun 2022 sebanyak 29 Unit.
Sekolah setempat, pada ujian Kelas VI Tahun Pelajaran (Tapel) 2021/2022 itu diikuti 26 orang peserta. Kata Kepala SDN 59 Rasalewi Kota Bima, H. A. Latif, S. Pd.I pada Tupa News Senin (18/04/2022) pagi, pada ujian sebelumnya masih menggunakan ujian manual (tulis menggunakan pensil, balpoin dan kertas), beda dengan tahun ini sudah menggunakan IT. "Saya bersyukur pada ujian hari pertama langsung dimonev oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima Ahmad Taufik, S. Ag., MM beserta timnya. Rasa syukur saya sampaikan ini, karena saya merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diangkat menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) sejak Tahun 2011 lalu dan baru pertama kali ini dimonev langsung oleh Kepala kemenag," ujar H. Latif sapaan akrabnya.
Masih lanjut H. Leto panggilan kerennya, bahwa ujian sekolah ini mengujikan 9 mata pelajaran (Mapel) diantaranya Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Matematika, PKN, IPA, IPS, Moluk dan PJOK. "Ujian ini dapat berjalan lancar dan sukses atas kerjasama dari seluruh dewan guru yang ada disekolah ini dan tidak ada kendala jaringan internet sedikitpun walaupun posisi sekolah ada di lembah gunung," jelasnya.
Sementara itu, kata Kepala Kemenag saat mengunjungi sekolah yang diapit gunung di Lingkungan Rasalewi Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota menyampaikan apresiasinya atas atensi pihak Pemerintah yang sangat luar biasa dan kami sampaikan terima kasih yang telah memberikan bantuan IT (chromebook) bagi sekolah ini. "Jadi walupun SDN 59 Rasalewi berada di lembah gunung, namun tidak gaptek (gagap teknologi), jelas Ahmad Taufik yang dikutip H. Latif. (TN - 01/Adv.)

