| Walikota Bima H. Muhammad Lutfi saat memberikan sambutan pada sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dari BP2MI di GSB Kota Bima, Kamis (19/05/2022). |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Pada Kamis (18/05/2022) pagi Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, SE (IDP) menyambut kunjungan Deputi Perlindungan dan Penempatan Kawasan Amerika dan Pasifik Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Kota Bima dalam rangka melaksanakan sosialisasi peluang kerja Luar Negeri, selain dua kepala daerah ini juga kegiatan sosialisasi tersebut turut menghadiri pula Anggota DPR RI H. Muhammad Syafrudin, S.T., M.M dan Wakil Ketua Komite III DPD RI Evi Apita Maya, SH, M.Kn.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Seni Budaya (GSB) Kota Bima Kamis (19/05/2022) tersebut untuk memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para Pekerja Migran dan Calon Pekerja Migran di Kota Bima. Dengan demikian para pekerja dan calon pekerja nantinya akan lebih mengerti bagaimana BP2MI hadir mengayomi para pekerja di luar negeri.
Mengawali sambutannya Walikota Bima HML menuturkan rasa terima kasihnya atas kehadiran BP2MI yang menandai akan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah yang begitu besar akan masa depan pekerja migran di Kota Bima, sekaligus hadirnya BP2MI ke Kota Bima, bisa memotivasi dan memberikan semangat baru bagi masyarakat Bima yang telah bekerja maupun yang akan bekerja di luar negeri agar mau dan mampu dalam mengembangkan kompetensinya melalui berbagai bimbingan dan pelatihan yang telah difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bima. "Semoga sosisalisasi ini, dapat menjadi motivasi bagi para pekerja untuk melakukan pelatihan dan bimbingan sehingga pekerja kita dapat berangkat dengan lembaga yang legal, serta memiliki kemampuan berbahasa dan skill yang mumpuni," ujar Walikota Bima.
Sejalan dengan itu Bupati Bima melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bima mengharapkan akan adanya penurunan tingkat pengangguran seiring dengan hadirnya BP2MI di tengah-tengah masyarakat di Bima (kota dan kabupaten). "Tingkat pengangguran di Kabupaten Bima sebesar 2,58 porsen dan semoga dengan adanya BP2MI ini mampu menjadi tonggak semangat bagi masyarakat kita," bebernya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komite III DPD RI Evi Apita Maya menegaskan bahwa hadirnya BP2MI merupakan suatu semangat dan tanggungjawab yang besar untuk tidak hanya memfasilitasi dan mendampingi, namun juga untuk melindungi para Pekerja Migran dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Bukan hanya melindungi PMI saja, namun juga hingga ke keluarganya, semua akan diperhatikan. Karena para PMI yang berangkat merupakan salah satu penghasil devisa negara terbesar," katanya.
Tidak sampai disitu, Evi Apita Maya menekankan bahwa dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat untuk mengikuti prosedur dan mendaftar melalui lembaga-lembaga legal dan resmi. Bukan tanpa alasan, hal tersebut tentunya untuk menghindari berbagai kemungkinan buruk yang berpotensi terjadi jika tidak melalui prosedur yang berstandar dan resmi. "Harus cerdas, harus berani dalam mempertahankan hak-haknya. Untuk itu kita harus memiliki pemahaman yang kuat agar tidak mudah terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya kepada para peserta dan tamu undangan.
Melanjutkan sosialisasi, Anggota Komisi IV DPR RI H. Muhammad Syafruddin menceritakan terkait kisah pahit para pekerja migran yang begitu menyedihkan. Berkaca dari kisah tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat lebih jeli dan teliti dalam memilih lembaga yang resmi dan terpercaya serta menghindari jasa calo yang tentunya akan merugikan pribadi pekerja. "Untuk keluarga besar saya pekerja migran ingat belajar yang betul, yakinkan orang bahwa anda yang terbaik, itu yang penting. Mempelajari berbagai kemampuan khususnya berbahasa asing agar tak mudah dibodohi oleh orang lain," jelasnya.
Menggenapkan acara sosialisasi, sambutan Deputi Perlindungan dan Penempatan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI Drs. Lasro Simbolon, M.A mengajak masyarakat untuk terus bergerak maju, menghadapi kemajuan zaman yang tak terbendung dengan selalu belajar dan mengasah kemampuan dalam diri. Oleh sebab itu, BP2MI hadir mewadahi kemajuan yang diimpikan bersama dengan menghadirkan berbagai pelatihan dan program bimbingan sebagai bekal para pekerja di luar negeri dan pelindung para pekerja agar tetap bekerja dengan aman dan nyaman. "NTB masuk dalam 5 Besar penyumbang Pahlawan Devisa Negara, tentunya hal tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan kita dan BP2MI untuk menjembatani dan mewadahi para pekerja kita," jelasnya.
Menurut Lasro Simbolon peran Pekerja Migran Indonesia tidak hanya berpengaruh bagi kelangsungan ekonomi negara semata, namun juga khususnya bagi kesejahteraan keluarganya. Menurut data dari Bank Dunia terdaoat sebanyak tidak kurang dari 9 juta pekerja migran yang tersebar di berbagai negara. Beliau menganalogikan jumlah tersebut yang jika menanggung 4 anggota keluarganya, maka hampir satu per lima masyarakat Indonesia bergantung pada tenaga kerja migran. Atas dasar tersebut Pekerja Migran Indonesia disebut juga sebagai Pahlawan Devisa Negara, Pahlawan Keluarga. "Sehingga tidak berlebihan jika kita proklamasikan bahwa Pekerja Migran Indonesia adalah pejuang Keluarga dan Pahlawan Devisa," tutupnya diiringi tepuk tangan peserta dan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis sembako kepada peserta sosialisasi. (TN - 03)
