![]() |
| Sekda H. Mukhtar didampingi Asisten I saat RDP dengan Komisi I di gedung DPRD Kota Bima, Kamis (21/07/2022). |
Dijelaskan pada saat rapat, pak Sekda mendelegasikan Asisten 1, dimana Sekda sendiri memimpin rapat lahan Pelindo. "Kemudian untuk melaksanakan tugas Prokopim, kami sudah melaksanakan sesuai dengan tupoksi Prokopim sebagaimana yang telah tertuang dalam Perwali Nomor 80 Tahun 2021 tentang Kedudukan, susunan Organisasi, Tugas, Pokok, dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat Daerah, sudah dilakukan dengan baik", jelas Kasubag Protokol.
Asisten 1 Drs. H. Abdul Gawis menyampaikan bahwa acara yang dihadiri benar adanya, dengan tema Silaturahim dan Pembinaan Da'i di Kota Bima yang dilaksanakan oleh Mabes Polri. Melalui itu Kemenag koordinasi dengan Pemkot bahwa kegiatan ini akan dihadiri oleh seluruh Da'i, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Lanjutnya menyampaikan bahwa pada kesempatan itu, Sekda pada jam bersamaan memimpin rapat lahan Pelindo, sehingga dirinya ditugaskan untuk mewakili acara itu.
Lanjut Asisten 1 menjelaskan bahwa tidak ada motivasi dirinya untuk menyampaikan hal itu. Apa yang menjadi diakhir sambutan dirinya adalah murni improvisasi pribadinya, sehingga terjadilah kekeliruan yang kemudian tidak seharusnya terjadi, yang kemudian mendapat respon keras dari umat muslimin. "Melalui kedinasan dan pribadi dirinya sudah melakukan permintaan maaf kepada ketua FUI Kota Bima ba'da shalat isya tadi malam, dan Ketua FUI berharap sekaligus kedepan menjadi atensi khusus dirinya pada masa mendatang, sekaligus menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya dan sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan umat Islam atas kekeliruan yang telah saya ucapkan", terang Asisten 1.
Kedua, dirinya secara resmi mencabut pernyataan itu dan menyesal, karena itu betul-betul dari improfisasi diri pribadinya. Lanjut H. Gawis, dirinya telah meminta kepada media, untuk memuat kembali kealpaannya, dan kekhilafan dirinya terkait pernyataannya. "Saya atas nama pribadi mengatakan mencabut pernyataan itu, dan siap menerima konsekuensi, dan permintaan maaf kepada anggota dewan yang hadir", ujar Asisten 1 menambahkan.
Ditanya oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bima, soal apakah pada saat dirinya dalam penyampain tersebut berarti bapak mewakili Walikota Bima, apakah ada perintah dari atasan, Asisten I secara tegas menjawab, "Tidak ada".
Sekda Kota Bima menyampaikan, kaitan tentatif sudah jelas, telah melimpahkan ke Asisten I. Dijelaskan dirinya mendapat informasi adanya kekeliruan tersebut sebelum adzan magrib, ditelepon oleh ketua MUI Kota Bima.
Kemudian saat itu juga Sekda Kota Bima menginformasikan dan bertanya ke Bapak Walikota Bima, apakah ada perintah ke asisten, Walikota menjawab perintah apa, pak Walikota Bima tidak tahu.
Saat itu juga dirinya selaku Sekda konfirmasi ke media yang merilis berita dimaksud, Hasil koordinasi pihaknya menyatakan bahwa tidak ada perintah dari Walikota mengenai pernyataan Asisten I. Berkat koordinasi yang baik, antara ketua MUI, dan FUI ke depan tidak akan terulang kembali kejadian serupa dan akan dilakukan perbaikan ke depannya." tutup Sekda. (TN - 03)
