![]() |
| Ibu Atun saat menerima penghargaan dari narasumber kegiatan dimaksud. |
![]() |
| Siswa secara teratur mengikuti sosialisasi Beasiswa NTB Jenjang S1 (AIU) Negara Malaysia dan IIK, Senin (27/02/2023) |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Senin (27/02/2023) siswa Kelas X dan Kelas XI SMA Negeri 4 Kota Bima mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang Pencegahan Pernikahan Usia Dini/Usia Remaja. Hal tersebut seperti yang dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Aidy Furqan, M. Pd bahwa dirinya meminta sekaligus melarang siswanya untuk berpacaran dalam wilayah sekolah maupun dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Menurutnya (Aidy Furqan) Save the Children Indonesia menemukan kecenderungan adanya peningkatan jumlah kejadian (prevalansi) perkawinan anak di NTB, sehingga Dikbud NTB sudah menyiapkan program preventif dan kuratif, salah satu tindakan preventif yaitu penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA).
Menindak lanjuti hal tersebut, sekolah dibawah pimpinan Siti Maryatun, S. Pd., MM selaku Kepala SMAN 4 Kota Bima, pada Senin (27/02/2023) pagi menggelar sosialisasi dan edukasi tentang Pencegahan Pernikahan Usia Dini/Usia Remaja dimaksud, dengan bekerjasama sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima dan Puskesmas Mpunda Kota Bima yang dilanjutkan dengan Launching Penggerakan Minum Tablet Tambah Darah bagi Remaja.
Menurut, Ibu Kepsek Siti Maryatun kegiatan yang berlangsung di Aula Smanpatkobi itu dibuka secara resmi oleh Kabid KS DPPKB Kota Bima, Ikbal, SKM, Penyuluhan Kesehatan dari tim kesehatan Mpunda Ibu Nurwahidah, SKM Kegiatan di akhiri dengan kegiatan Launching minum bersama Tablet Tambah Darah bagi Remaja, ujarnya pada media ini sambil menambahkan SMAN 4 Kota Bima "Berprestasi, Beriman dan Bertaqwa".
Pada hari yang sama ditempat yang berbeda, siswa Kelas XII mengikuti kegiatan dari Badan Riset & Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima dalam rangka kegiatan sosialisasi Beasiswa NTB Jenjang S1 Tujuan Albukhary International University (AIU) Negara Malaysia dan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bakti Wiyata Kediri Jawa Timur Tahun 2023.
Sementara terkait program beasiswa ini, menurut Bunda Atun sapaan akrab kepsek ini, tentu saja dengan ada program bantuan beasiswa ini sangat membantu bagi siswa yang tidak mampu, sehingga mereka bisa melanjutkan studinya (S-1) dibangku kuliah, baik di kampus IIK - Kediri maupun AIU - Malaysia. "Ayo semangat belajar siswa-siswi hebat kami, tuntutlah Ilmu setinggi langit," harapnya. (TN - 01/Adv.)

