![]() |
| Pemuda hebat asal Kota Bima, saat dilepas dihalaman Kantor Dikpora Kota Bima Jum'at (28/04/2023). |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Jum'at (28/04/2023) secara resmi melepas delegasi Kota Bima yang akan mengikuti Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).
Mereka adalah Ariqa Mahasiswa STKIP Bima Jurusan Pendidikan Ekonomi, Khalik Hidayatullah Alumni UNRAM jurusan Fisika MIPA, dan Muhammad Fathan mahasiswa UNRAM Fakultas Teknik Arsitek. "Mereka akan mengikuti seleksi tingkat Provinsi Nusa Temggara Barat Tahun 2023 ini, tepatnya tanggal 3-4 Mei 2023 yang bertempat di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB," demikian ungkapan Kepala Dikpora Kota Bima Drs. Supratman, M. Ap lewat press releasenya.
Katanya, PPAN merupakan ajang untuk menggali dan mengembangkan potensi pemuda di daerah sekaligus potensi pemuda nasional melalui kerjasama internasional. Adapun beberapa persyaratan calon peserta PPAN ini antara lain, sedang melakukan kegiatan pengembangan pemuda dan masyarakat, berpendidikan minimal SMA/SMK, belum, menikah, memiliki wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta mampu berbahasa Inggris yang di buktikan dengan TOEFL ITP 500. "Pertukaran Pemuda Antar Negara Tahun 2023 ini akan mengunjungi dua negara, yaitu pertukaran pemuda Indonesia Australia dan pemuda Indonesia Singapura," paparnya (Supratman, red).
Pelepasan peserta PPAN tersebut, Supratman di dampingi Sekertaris Dikpora Taufikurrahman, M. Ap, Kabid Pemuda dan Olahraga Munawar, S. S serta Kepala seksi Analisis Kebijakan Ahli Muda.
Supratman juga menambahkan agar pemuda harus memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. "Pemuda sebagai agen perubahan ialah sebuah fakta sejarah yang tidak bisa dihindari. Pemuda Indonesia selalu menjadi penentu momen penting perjalanan bangsa Indonesia," harapnya.
Masih harapan Supratman, kedepannya bagi tantangan bangsa Indonesia khususnya bagi para pemuda tentunya tidak semakin ringan. Akan tetapi, dengan komitmen bersatu dalam keragaman menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan bangsa ke depan, tutupnya. (TN -02)
