Kota Bima, Tupa News.- Sekolah Cendekia Berbasis Penelitian Berkarakter Religius merupakan program Unggulan SMA Negeri 1 Kota Bima atau disingkat Smansa. Sekarang Smansa dibawah pimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) Dedy Rosadi, M.Pd. M.Sc, menurut Dedy, program unggulan tersebut mencakup SKS (Satuan Kredit Semester) Learning Program, Smansa Festival Program, Smansa Back to Village, Smansa Green Zone Program, Smansa Join Learning and Partnership Program, Smansa Intelectual Zone, Smansa Spiritual Core Program dan Smansa Spiritual Core Program.
Beberapa Indikator Capaian Program (ICP) pada SKS learning program, diantaranya tersusunnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pembelajaran dengan sistem paket dan sistem SKS, tersedianya peraturan akademik, tersedianya panduan pembimbingan akademik, terlaksananya kegiatan pembelajaran/pengayaan pada kelas homogen, trsedianya dokumen tugas dan tatib Tendik dan Kependidikan serta tersedianya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam kenormalan baru.
Smansa Festival Program, dengan ICP terlaksananya kegiatan bazar dan pameran produk prakarya siswa, terlaksananya pentas seni, terlaksananya pameran colase kegiatan dan prestasi siswa serta terlaksananya lomba film pendek siswa bertema lingkungan dan kehidupan sosial
![]() |
| Kepsek Dedy saat menerima piala tropy ketika siswanya dapat juara pada Voli Ball Putra |
Smansa Back to Village, dengan indikator capaian program, terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat berbasis PAR dengan pendekatan lintas Mata Pelajaran (Mapel) di tengah masyarakat Bima, terlaksananya pentas seni dan budaya Bima serta terlaksananya Program Sister School.
Smansa Green Zone Program dengan indikator atau ICP, tersedianya taman baca yang nyaman dan kondusif, tertatanya lingkungan sekolah yang nyaman dan ramah anak, tertatanya ruang kelas hijau berbasis tanaman hidroponik, tersedianya lahan kebun botani sebagai media praktek dan penelitian bio hayati siswa dan guru.
Smansa Join Learning and Partnership Program, ICP-nya terlaksananya program pertukaran pelajar, terlaksananya kerjasama pengembangan mutu dengan sekolah lainnya.
Smansa Intelectual Zone Program, dengan indikator, tersedianya zona literasi, terlaksananya lomba "Reading Contes", terlaksananya kegiatan Field Trip dan Magang pada DUDI, tersedianya hasil penelitian dasar berbasis mata pelajaran dan terlaksanananya program pemantapan bahasa asing, Olimpiade Siswa Nasional (OSN), dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Smansa Green Zone Program dengan indikator atau ICP, tersedianya taman baca yang nyaman dan kondusif, tertatanya lingkungan sekolah yang nyaman dan ramah anak, tertatanya ruang kelas hijau berbasis tanaman hidroponik, tersedianya lahan kebun botani sebagai media praktek dan penelitian bio hayati siswa dan guru.
Smansa Join Learning and Partnership Program, ICP-nya terlaksananya program pertukaran pelajar, terlaksananya kerjasama pengembangan mutu dengan sekolah lainnya.
Smansa Intelectual Zone Program, dengan indikator, tersedianya zona literasi, terlaksananya lomba "Reading Contes", terlaksananya kegiatan Field Trip dan Magang pada DUDI, tersedianya hasil penelitian dasar berbasis mata pelajaran dan terlaksanananya program pemantapan bahasa asing, Olimpiade Siswa Nasional (OSN), dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Smansa Spiritual Core Program, dengan indikator ICP, terselenggaranya kegiatan Smansa "Berdzikir", terselenggaranya kegiatan Smansa "Mengaji" dan terlaksananya Program Pondok Rohani Smansa
Program Zero Waste, dengan indikator pencapaian program, tersedianya Bank Sampah, tersedianya hasil prakarya siswa dari sampah daur ulang, terlaksananya lomba kebersihan kelas dan penataan taman kelas.
Sementara terkait Out Put dari beberapa program unggulan tersebut, sebagai berikut. Dokumen KTSP, peraturan Akademik, panduan pembibingan akademik, jadwal program pembelajaran kelas Homogen, tugas dan Tatib, RPP 3 Komponen pada SKS Learning Program.
Pada Smansa Festival Program, dapat meningkatnya budaya inovasi, kreatifitas dikalangan siswa dan guru yang berkontribusi bagi semakin dinamisnya kehidupan masyarakat dan dunia usaha dalam menangkap peluang kreatifitas dikalangan siswa.
Smansa Back to Village Program, out putnya dapat terjalinnya kerjasama yang bersifat partisipatif dan sinergis antara sekolah sebagai basis keilmuan dan penelitian dasar dengan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pengguna terutama dalam menanggulangi masalah sosial dan pewarisan seni dan budaya lokal. Smansa Back to Village Program, terjalinnya kerjasama dengan sekolah lain yang memiliki kualitas rata-rata di atas Standar Nasional Pendidikan.
Smansa Intelectual Zone Program, Tersedianya berbagai penelitian dasar yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan ke ilmuan berbasis mata pelajaran dengan pendekatan interdisipliner maupun mandiri, dan terjalinnya kerjasama dengan para pelaku usaha dan dunia industri sebagai tempat magang siswa dalam megembangkan semangat interpreneurship serta perguruan tinggi sebagai basis penelitian lanjutan.
Smansa Spiritual Core Program, Terciptanya sekolah yang berkarakter religius dengan program kemitraan bersama Perguruan Tinggi Islam. Sementara pada Program Zero Waste, out putnya terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari sampah dengan memaksimalkan inovasi dan kreatifitas siswa dalam megelola sampah yang dapat didaur ulang menjadi barang berguna serta terjalinnya kerjasama dengan berbagai komunitas peduli lingkungan. Demikian penjelasan SMA Negeri 1 Kota Bima Dedy Rosadi, M.Pd. M.Sc saat diwawancarai Rabu (15/07/2020). (Red. TN - 01)
Program Zero Waste, dengan indikator pencapaian program, tersedianya Bank Sampah, tersedianya hasil prakarya siswa dari sampah daur ulang, terlaksananya lomba kebersihan kelas dan penataan taman kelas.
Sementara terkait Out Put dari beberapa program unggulan tersebut, sebagai berikut. Dokumen KTSP, peraturan Akademik, panduan pembibingan akademik, jadwal program pembelajaran kelas Homogen, tugas dan Tatib, RPP 3 Komponen pada SKS Learning Program.
Pada Smansa Festival Program, dapat meningkatnya budaya inovasi, kreatifitas dikalangan siswa dan guru yang berkontribusi bagi semakin dinamisnya kehidupan masyarakat dan dunia usaha dalam menangkap peluang kreatifitas dikalangan siswa.
Smansa Back to Village Program, out putnya dapat terjalinnya kerjasama yang bersifat partisipatif dan sinergis antara sekolah sebagai basis keilmuan dan penelitian dasar dengan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pengguna terutama dalam menanggulangi masalah sosial dan pewarisan seni dan budaya lokal. Smansa Back to Village Program, terjalinnya kerjasama dengan sekolah lain yang memiliki kualitas rata-rata di atas Standar Nasional Pendidikan.
Smansa Intelectual Zone Program, Tersedianya berbagai penelitian dasar yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan ke ilmuan berbasis mata pelajaran dengan pendekatan interdisipliner maupun mandiri, dan terjalinnya kerjasama dengan para pelaku usaha dan dunia industri sebagai tempat magang siswa dalam megembangkan semangat interpreneurship serta perguruan tinggi sebagai basis penelitian lanjutan.
Smansa Spiritual Core Program, Terciptanya sekolah yang berkarakter religius dengan program kemitraan bersama Perguruan Tinggi Islam. Sementara pada Program Zero Waste, out putnya terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari sampah dengan memaksimalkan inovasi dan kreatifitas siswa dalam megelola sampah yang dapat didaur ulang menjadi barang berguna serta terjalinnya kerjasama dengan berbagai komunitas peduli lingkungan. Demikian penjelasan SMA Negeri 1 Kota Bima Dedy Rosadi, M.Pd. M.Sc saat diwawancarai Rabu (15/07/2020). (Red. TN - 01)


