Kota Bima, Tupa News.- Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bima dan Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Anwar Hamzah SH., M. Si Rabu (07/07/2021) membuka secara resmi kegiatan In House Training (IHT) Pelatihan Implementasi Pembelajaran di Tingkat Satuan Pendidikan Program Sekolah Penggerak (PSP) di SMA Negeri 1 Kota Bima.
Pada kegiatan yang berlangsung di Aula Utama SMAN 1 Kota Bima selama delapan hari dan akan berakhir Rabu (14/07/2021) diikuti oleh 33 orang peserta yang terdiri 13 orang komite pembelajaran dan 20 guru Mata Pelajaran (Mapel) sekolah setempat. Pada guru Mapel tersebut terdiri lagi dari Mapel/Kelompok MIPA (Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia), Kelompok IPS (Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah) dan Mapel Wajib seperti, PPKN, Bahasa Inggiris, Bahasa Indonesia dan Mapel Seni Budaya.
Kepala SMAN 1 Kota Bima Dedy Rosadi, M. Pd., M. Sc pada hari kedua pelaksanaan HIT (Kamis, 08 Juli, red) pada Tupa News mengatakan, misi dari pada sekolah penggerak ini adalah bagaimana bisa menjemput perubahan yang begitu cepat di era Industri 4.0 (Digitalisasi), sehingga intervesi yang diberikan pusat menghasilkan SDM bagi guru, TU dan siswa, digitalisasi perpustakaan dan kegiatan mutu lainnya dalam mensukseskan intervensi itu yang diberikan amanah oleh Kemendikbudristek RI sebagai sekolah penggerak. Maka sekolah sebagai pelaksana sekolah penggerak wajib menyiap dirinya dengan melaksanakan IHT bagi guru-guru selaku sasaran disatuan pendidikan tersebut.
Kata Kepsek Dedy, adapun materi-materi yang diberikan dalam IHT tersebut yakni, tentang orientasi pelatihan, pendidikan yang memerdekakan, kerangka kurikulum, capaian pelajaran, perangkat ajar, Asesmen, Kurikulum Operasional di satuan pendidikan sekolah, IHT, pengenalan Literasi Digital, pree test, post test dan evaluasi.
Sementara sebagai pemateri yakni, dirinya sendiri (Dedy Rosadi, red), Drs. Bunyamin, M. BA, Mujiburahman, M. Pd.I, Taman Firdaus, M. Pd, Drs. Anwar, M. Pd, Drs. Abdul Muis, M. Pd, Feny Dwi Fahmiati, S. Pd, Hasto Poncoro, M. Pd, Sucipto, S. Pd, Dahlan, S. Pd. Jas, Nurlaila Triani, ST, Rahmah Fitriah, S. Sn dan Drs. M. Umar, beber Dedy.
Sehingga capaian yang ingin diharapkan pada kegiatan IHT ini, supaya guru-guru sasaran bisa meng-implementasikan model pendidikan yang memerdekakan, profil pelajar Pancasila dan filosofi pendidikan Kihajar Dewantara dalam pembelajaran di kelas. "Dengan demikian guru selaku tenaga pengajar/pendidik bisa menghargai kodrat yang diberikan Allah SWT kepada peserta didik (siswa) didalam pembelajaran di kelas. Apabila terjadi kolaborasi antara profil pelajar Pancasila dan filosofi pendidikan Kihajar Dewantara, maka akan menghasilkan generasi atau insan-insan yang bijaksana," pungkasnya. (TN - 01/Adv.)