Kota Bima, Tupa News.- Workshop penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) SMP Negeri 9 Kota Bima Kamis (08/07/2021) pagi secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima Drs. H. Supratman, M. Ap melalui Sekretaris Dikbud Taufikrahman, S. Pd., M. Ap di Aula sekolah setempat.
Pada pelaksanaan workshop tersebut, Sekretaris Dikbud Taufiqkurrahman juga ikut didampingi Kabid Dikdas M. Ali, S. Sos, Kasi Kurikulum Endang Kurniati, M. Pd, Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Muhammad Humaidin, M. Pd, Pengawas Pendidikan Zainuddin, M. Pd, H. Abdul Karim, S.Ag dan H. Muhtar M. Si serta Ketua Komite SMPN 9 Kota Bima M. Ola Arsyad.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut, akan berakhir Sabtu (10/07/2021) diikuti oleh peserta sebanyak 33 orang yang merupakan guru dari sekolah setempat, yang terdiri 11 Mata Pelajaran (Mapel) seperti, Mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggiris, Agama dan Budi Pekerti, PPKN, IPA, IPS, PJOK, Seni Budaya, TIK, Mulok dan Mapel BP/BK.
Dalam sambutan pengantarnya, Kepala SMP Negeri 9 Kota Bima M. Nasir, S. Pd dengan ditetapkannya SMPN 9 Kobi sebagai sekolah penggerak dengan melaksanakan beberapa tahapan Program Sekolah Penggerak (PSP), ternyata PSP ini sangat menantang, dan mengharuskan semua warga sekolah keluar dari zona nyaman untuk menjemput suatu perubahan besar dalam dunia Pendidikan yaitu, mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan beraklak yang mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri dan kreatif.
Lanjut M. Nasir yang biasa disapa Dae Neso ini, bahwa warga SMPN 9 Kota Bima yang tergabung dalam komunitas Komite Pembelajaran Sebanyak 13 orang, 9 orang sudah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Imploementasi Pembelajaran secara Daring selama 10 hari, sedangkan 4 orang lainnya masih melaksanakan Diklat. "Pengalaman yang kami rasakan dalam mengikuti Diklat secara Daring selama 10 hari luar biasa, malahan ada yang ingin mengundukan diri sejak hari pertama, tapi kami terus memberikan motivasi, dorongan dan pendampingan sehingga guru-guru tetap semangat dan telah berhasil menyelesaikan diklat kepemimpinan implementasi pembelajaran tersebut dengan baik," ujar Dae Neso.
Selanjutnya, Ilmu, keterampilan (skil) dan pengalaman yang diperoleh Komite Pembelajaran dalam Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Implementasi pembelajaran selama 10 hari tersebut akan di sosialisasikan kepada warga sekolah SMP 9 Kota Bima, yang dikemas dalam Kegiatan “Workshop Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah” dengan materi tentang; Kebijakan Sekolah Penggerak, orintasi Workshop, Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan yang memerdekaan, perangkat kurikulum, Capaian Pembelajran, perangkat ajar, asesmen, Kurikulum opersional di satuan Pendidikan, pengenalan Litersi Digital, serta dirangkaian dengan penyususunan Perangkat Pembelajaran baik Perangkat Pembelajaran kelas 7 (Kuriukulum Sekolah Penggerak) maupun Kelas 8 dan 9 (Kurikulum K-13).
Outpun dari Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan dokumen Kurikulum Opersional Sekolah yang merupakan perpaduan antara Kurikulum Sekolah Penggerak dan Kurikulum K-13, yang Insha Allah dalam waktu Dekat akan ditetapkan dan disyahkan bersama dengan Komite Sekolah dan Dinas Dikbud Kota Bima serta dapat di implementasikan langsung Tahun ajaran Baru 2021/2022 ini, tambah Kepsek penggerak satu-satunya yang mewakili SMP di Kota Bima ini.
Sementara itu, dalam sambutan lainnya, yang disampaikan Pengawas Pembina yang juga selaku nara sumber pada kegiatan wordshop itu yakni, Zainuddin, M. Pd mengatakan, kami sangat berharap pada dinas terkait agar mengevaluasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SMPN 9 Kota Bima, terutama pada 11 Mapel dimaksud. "Jangan sampai ada kekurangan dari tiga tingkatan kelas belajar (Kelas VII, VIII dan Kelas IX), terutama guru-guru yang sudah menguasai Digitalisasi, karena SMPN 9 Kota Bima satu-satunya sekolah tingkat SMP di Kota Bima yang mendapatkan kepercayaan dari Kemendikbud pada PSP Tahun 2021 ini," harapnya.
Lanjut Zainuddin, dari pengantar kepala satuan pendidikan setempat (Nasir, red) agar semua komponen yang ada disekolah untuk komitmen, kompak, saling gotong royong. Terutama, bagi PTK untuk selalu belajar dan belajar, lebih-lebih dalam hal pengusaan Digitalisasi, tutupnya.
Berdasarkan jadwal workshop penyusunan KOS, pada hari pertama pembukaan (Kamis, red) tentang orientasi workshop/sosialisasi sekolah penggerak, pendidikan yang memerdekakan, penyusunan ATP/modul ajar/RPP.
Hari kedua (Jum'at, 09/07/2021) tentang profil pelajar Pancasila, konsep capaian pembelajaran/alur tujuan pembelajaran dan prinsip pembelajaran dan Asesmen, Asesmen dan modul ajar buku teks, penyusunan ATP/modul ajar/RPP.
Sedangkan dihari ketiga (Sabtu, 10/07/2021) tentang literasi digital, kerangka dasar kurikulum/kurikulum operasional satuan pendidikan, penyusunan karakteristik, visi, misi dan profil pelajar satuan pendidikan, penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan dan pleno hasil penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan. (TN - 01 / Adv.)
