![]() |
Kepala SDN 28 Melayu Kota Bima Nurfatuh, S. Pd. SD sedang tunjukan buku mapel kurikulum operasional sekolah penggerak. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- SDN 28 Melayu Kota Bima terima buku Mata Pelajaran (Mapel) Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) Penggerak, Jum'at (27/08/2021) sore. Buku Mapel yang terdiri dari buku untuk siswa dan buku guru, bagi Kelas I sampai Kelas IV. Adapun buku mapel yang terdiri dari Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater dan Pembelajaran Pendidikan Jasmani (PPJ). Jadi jumlah buku kurikulum operasional sekolah penggerak yang diterima oleh SDN 28 Melayu Kota Bima sejumlah 437 Eksplar yang dikirim oleh Kemendikbudriset RI melalui CV. Aria Duta yang beralamat Jln Revolusi No. 29 Sukamaju Cilodong Depok - Jawa Barat, buku tersebut terdiri 9 poli nol pack.
"Sembilan buku kurikulum operasional sekolah penggerak hanya untuk Kelas I dan Kelas IV dan plus kurikulum kekhasan Daerah Bima, yakni mapel Bahasa Bima, Sejarah Seni Budaya dan Keterampilan Khas Daerah. Untuk tiga mapel tersebut merupakan kurikulum daerah yang sudah disyahkan oleh Walikota Bima Tahun 2019 yang diperuntukkan bagi Kelas I sampai kelas VI," ujar Nurfatuh, S. Pd. SD pada media ini Sabtu (28/08/2021).
Untuk sekolah penggerak tidak memakai istilah kelas, tapi menggunakan istilah Fase A, B dan C untuk SD. Fase A (untuk Kelas I dan Kelas II), Fase B (Kelas III dan Kelaa IV) dan Fase C (Kelas V dan Kelas VI). Untuk sekolah penggerak ini ada aplikasi plaform merdeka mengajar, aplikasi ini untuk mempermudah guru melakukan kegiatan pembelajaran, karena sudah memuat instrumen guru yang terdiri dari Asessmen murid, perangkat ajal dan pusat informasi yang bisa diakses oleh guru sekolah penggerak," bebernya.
Sementara untuk kegiatan Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan III Tahun 2021 (Untuk NTB Kota Mataram dan Kota Bima). Sebanyak 2 orang guru asal SDN 28 Melayu yang lulus CGP yakni, Mariani, S. Pd. SD (Status PNS) dan Rahma, S. Pd.I (Non PNS). Menurut Nurfatuh selaku Pengajar Praktik (PP) yang bertugas pada Pendamping Kelas Bima 1 dirinya bersama Chairul Annam, M. Pd dosen Universitas Mandalika Mataram. Nurhatuh selain memimbing 2 orang gurunya, juga mendampingi 3 CGP lainnya yakni, Muhammad Furkan, S. Pd (SMPN 7 Kota Bima), Endang Mariniwati, S. Pd (SDN 1 Melayu) dan Yuni Kusumawati, S. Pd (SDIT Imam Syafi'i Kedo).
Kata Nurfatuh belum lama ini, tepatnya Kamis (26/08/2021) kelima CGP hebat ini sudah membuat laporan Video Tugas Modul 1.1.7 Demonstrasi kontekstual Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) dan hari ini (Sabtu, 28/08/2021) akan menyelesaikan tugas pembuatan video koneksi antar materi kesimpulan dan refleksi pemikiran KHD, sementara untuk pekan kedua mengisi jurnal mingguan kedua. "Pada Kamis itu, kelima CGP hebat yang didampingi Nurfatuh selaku PP sudah mengugah Video Tugas Modul 1.1.7 Demonstrasi kontekstual Filosofi Pemikiran KHD CGP Program Guru Penggerak lewat Learning Manajemen Sistem (LMS)," tutupnya.
Untuk diketahui publik, bahwa Program Guru Penggerak (PGP) mencakup program pengajar praktik, fasilitator, instruktur dan CGP. Jadi untuk NTB wali kelasnya adalah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) Pendidikan Kewarnegaraan (PKN) Malang - Jawa Timur, sedangkan pada PGP penanggung jawabnya (wali kelas) adalah P4TK Pendidikan Luar Biasa (PLB) Bandung - Jawa Barat. (TN - 01)
