![]() |
| A. Sikin, S. Pd Ketua PGRI Smart Learning and Character Center (PSLCC) PGRI Kota Bima. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Smart Learning and Character Center (SLCC) Kota Bima, yang merupakan organisasi sayap PGRI. Tenyata SLCC dibawah pimpinan A. Sikin mengecam keras tindakan amoral yang diduga diperankan oleh oknum guru yang masing-masing berinisial NA dan PR asal SDN 55 Dara Kota Bima akhir-akhir ini. Mereka berdua menunjukkan karakter yang tidak baik kepada masyarakat, sedangkan meraka yang notabene selaku seorang Pendidik. Sementara guru merupakan sosok panutan yang harus ditiru oleh peserta didik maupun dalam kehidupan sosial di kalangan masyarakat luas, yang jelas dengan sikap amoral ini keduanya (NA dan PR) sama dengan menampar dunia pendidikan di Kota Bima. "Masyarakat akan memberikan stigma negatif terhadap Pendidik di tengah perjuangan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bima melalui Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak,' ujar A. Sikin, S. Pd selaku Ketua SLCC pada pres releasnya yang dikirim ke media ini Senin (30/08/2021) sore.
Lanjut A. Sikin yang juga guru di SMP Muhammadiyah Kota Bima ini, masih dalam ingatan kita yaitu kasus lain yg terjadi di salah satu Kepala SDN di Nitu diduga mencabuli siswinya, walau sekarang sedang menjalani proses hukum. Namun potret buram Dunia Pendidikan di Kota Bima khususnya sikap amoral bagi para oknum pendidik, disarankan lebih baik segera diakhiri karena tindakan ini sungguh memalukan bagi dunia pendidikan.
Pasalnya, kasus yang menimpa A. Najib Mubarak selaku suami NA ini sudah melaporkan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima. Untuk itu kami meminta apapun hasil BAP mohon ditindak secara tegas bila terbukti, apabila kedua pelaku ini melanggar UU ASN. "Kami dari SLCC mengharapkan kepada seluruh Pendidik mari kita jauhi tindakan-tindakan amoral atau melawan hukum karena dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap seorang guru yang mengajarkan kebaikan dan yang menanamkan karakter kepada generasi bangsa.
Apa jadinya dunia pendidikan kalau gurunya bersikap seperti ini. Jadikan ini kasus terakhir, karena berdasarkan informasi yang kami peroleh masih banyak kasus amoral lainnya yang belum terungkap ke publik, sebab selingkuh ini secara berdiam-diam dan tidak bisa dibuktikan. Akan tetapi suatu saat akan terungkap dengan sendirinya, tutup A. Sikin yang saat ini sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan III Kota Bima dan sebelumya menjadi Ketua Panitia Pemilihan Umum di Kecamatan Rasanae Barat pada Pilkada Kota Bima Tahun 2018 dan Pileg Tahun 2019. (TN - 01)
