KOTA BIMA, TUPA NEWS.- SMP Negeri 3 Kota Bima memiliki Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan III Tahun 2021 yakni, Fitri Hijriati, S. Pd. Menurut Baharudin, M. Pd selaku Pengajar Praktik, kehadirannya Jum'at (01/10/2021) pagi melakukan pendampingan indivual program guru penggerak, dengan cara mengunjungi disekolah-sekolah yang memiliki CGP-nya, lewat progres tercapaian aksi nyata yang dilakukan CGP di sekolahnya masing-masing.
Kata Baharudin, ibu guru Fitri Hijriati ini pada aksi nyatanya di SMPN 3 Kota Bima yang berdomisili di Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur yakni tentang mengelola perpustakaan sekolah, pembelajaran berpihak pada murid, ceramah agama yang dilakukan oleh siswa pada kegiatan Jum'at Imtaq. "Ada 7 orang guru yang saya lakukan pendampingan, yaitu Reni Ayu Rukmana Dewi, S. Pd guru SMPN 9 Kobi, Tri Kartika Wulandari, S. Pd guru SMPN 11 Kobi, Muhajirin, M. Pd guru SMAN 5 Kobi, Rini Kurniati, S. Pd SDN 74 Songgela, Maria Ulfa, S. Pd SMP 7 Kobi dan Fitri Hijriati guru SMPN 3 Kobi," ujar Baharudin yang juga bertugas sebagai guru SMPN 11 Kota Bima.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Kota Bima Muhtar, S. Pd mengatakan, dirinya merasa bangga memiliki seorang ibu guru hebatnya yang lolos sebagai CGP dan mudah-mudahan pada perekrutan CGP yang datang banyak keterwakilan dari guru-guru SMPN 3 Kota Bima tentunya. "Luar biasa dengan adanya program sekolah penggerak maupun guru penggerak ini. Pasalnya, banyak sekali program dan ide-ide baru yang dituang dalam aksi nyata CGP itu sendiri," ujarnya pada Tupa News saat ditemui diruang kerjanya Jum'at pagi.
Secara terpisah, Kasek Muhtar juga melaporkan bahwa para siswanya dari total 198 siswa, sudah mengikuti program vaksinasi pertama yang diikuti 120 siswa yang sudah divaksin pada Selasa (21/09/2021) lalu oleh Puskesmas Kumbe bersama Polsek Rasanae Timur, Lurah Kumbe Baharudin, S. IP, Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Kumbe. "Yang divaksin pada gelombang pertama tentu saja sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua/wali (melalui surat pernyataan persetujuan di vaksin)," bebernya.
Saat ditanyakan beberapa siswanya yang belum divaksin, Muhtar menjelaskan bahwa sisanya sudah ada surat persetujuan dari orang tuanya masing-masing, sehingga dalam waktu dekat ini mereka (siswa yang belum divaksin) pihak ua akan langsung mengarahkan ke Puskesmas Kumbe untuk divaksin nantinya, tutupnya. (TN - 01)
