| Forum Aktifis Sadar Hukum (FASH) pose bersama usai wawancara. |
BIMA, TUPA NEWS.- Beberapa tindak pidana di Kabupaten Bima akhir-akhir ini sangat menarik perhatian sejumlah Aktivis Hukum yang tergabung dalam Forum Aktifis Sadar Hukum (FASH) yang ada di wilayah Kabupaten Bima. Hal ini disampaikan oleh Ketua FASH, Firman pada awak media ini, pada Sabtu (09/10/2021).
Kata Dia, agar sekiranya masyarakat tidak terpancing emosi untuk bertindak sebagai hakim utama sendiri/mengedepankan (Hukum Rimba), namun mempercayakan penanganan hukum kepada pihak kepolisian dengan sepenuhnya dan menjunjung tinggi dari tujuan hukum itu sendiri dalam penerapan hukum," ungkapan Firman.
Sambungnya, Miris aksi main hakim sendiri yang dilakukan masyarakat yang ada di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bima sangat mencederai proses hukum baru aksi main hakim sendiri, akhir-akhir begitu marak terjadi. "Menyebabkan pelaku kejahatan meninggal dunia dengan mengakibatkan akar permasalahan yang muncul tindak pidana menjadi kabur/tidak jelas dan tidak menimbulkan kepastian hukum," ujar Firman yang juga Alumni STIH Muhammadiyah Bima.
Lebih lanjutnya, dalam beberapa hari terakhir terdapat kejadian tindak pidana yang menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Bima, pembunuhan di Kecamatan Bolo yang bermula dari pembacokan. Kemudian pengeroyokan pada kejadian yang terlupakan Pencabulan dan dilupakan sebagai Percobaan Pemerkosaan Kecamatan Palibelo dan Kecamatan Soromandi yang memancing reaksi dari masyarakat dengan cara melakukan aksi main hakim sendiri terhadap dugaan pelaku sakit sampai diduga pelaku dikirim ke Rumah Umum Daerah (RSUD). 'Menunjukan menyampingkan Hukum positif yang berlaku di wilayah Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)," tutur Firman.
Firman juga menambahkan, kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bima untuk bersama-sama melawan penyebaran Covid-19 dengan cara menggalakkan vaksinasi yang telah disediakan oleh Pemerintah, guna meminimalkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bima dan ikut terinteraksi dengan isu hoax yang beredar yang telah di konsumsi di tengah-tengah masyarakat, bahwa proses vaksin hanya akan menambah sakit maupun memperbanyak merenggut nyawa rakyat dan segera melakukan vaksinasi untuk membantu negara pulih dari Covid-19, tutup Firman sekaligus mengakhiri wawancara dengan wartawan ini. (TN - 02/Adv.)