| Cawas dan Cakep Angkatan Tahun 2021 foto bersama dengan Asisten I dan jajaran Dikbud Kota Bima. di Gedung Seni Budaya Jum'at (17/12/2021). |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Penutupan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pengawas Sekolah (Cawas) Tahun 2021 yang diikuti oleh 32 orang dan Calon Kepala Sekolah (Cakep) Kota Bima Tahun 2021 yang diikuti 30 orang (TK = 3 orang dan SD = 27 orang), yang merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS) Solo dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB.
Penutupan Cawas dan Cakep Tahun 2021 di gelar di Gedung Seni Budaya (GSB) Kota Bima Jum'at (17/12/2021). Dalam laporannya Kepala Dikbud Kota Bima Drs. Supratman, M. Ap Merdeka Belajar slogan Sekolah Cikal yang dipinjam sebagai program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir, menurut Nadiem, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.
Pada tahun mendatang, sistem pengajaran juga akan berubah dari yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, karena murid dapat berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi, dan tidak hanya mengandalkan sistem peringkat (ranking) yang menurut beberapa survei hanya meresahkan anak dan orang tua saja, karena sebenarnya setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing. Nantinya, akan terbentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat. 45 yang lulus sebagai guru Penggerak. 'Pada program penggerak ini, di Propinsi NTB daerah pertama yang mendapatkan program tersebut yakni Kota Bima dan Kabupaten Lombok Timur," jelas Kadis Supratman.
Kegiatan yang ditutup Walikota Bima melalui Asisten I Drs. H. Abdul Gawis, M. Si dalam sambutannya mengatakan, seharusnya beliau (H. Muhammad Lutfi, SE, red) menghadiri penutupan Cawas dan Cakep Tahun 2021 ini, namun pak wali pada hari ini (hari yang sama) menghadiri upacara HUT NTB ke 63 di Mataram. "Saya respon kegiatan ini, apalagi dalam laporan LPMP NTB, bahwa Diklat ini bisa dibilang adalah Diklat yang terakhir, mengingat program penggerak yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek RI. Maksudnya, mulai tahun mendatang, yang bisa mengikuti Cawas maupun Cakep adalah guru yang sudah masuk diprogram penggerak," ujar sekaligus singkatnya Abdul Gawis. (TN - 01)