| Kepsek SMPN 4 Kota Bima Ida Asriaty Nur, saat menerima piagam penghargaan sekaligus SK penetapan sebagai sekolah penggerak Tahun 2022. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Berikut ini wawancara khusus dengan Kepala SMP Negeri 4 Kota Bima Ida Asriaty Nur, S. Pd oleh Tupa News Jum'at (28/01/2022) pagi diruang kerjanya terkait kelulusannya pada Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan Ke-II Tahun 2022.
Saat di tanya kiatnya supaya lolos sekolah penggerak. Menurut ibu kepala Ida Asriaty Nur ini, kalau mau lolos sebagai sekolah penggerak itu, kita harus bergerak dulu sebelum digerakkan, "itu kata kuncinya". Karena didalam pertanyaan essainya (delapan pertanyaan) semua pertanyaan mengarah kepada apa yang telah dilakukan, jadi bukan apa yang akan dilakukan, ujarnya dengan santai.
Yang dilakukan ini termasuk kerjasama dengan pihak luar. Seperti, Tahun 2020 pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk pembenahan dan penataan perpustakaan sekolah dan alhasilnya sekolah yang dipimpinnya itu raih juara satu pada lomba perpustakaan tingkat SMP Se-Kota Bima Tahun 2020 lalu.
Sementara itu, untuk pembinaan akhlak siswa lewat kegiatan Imtaq lebih rutinitas digalakkan disekolah ini, termasuk juga ada program Tahfidz yang dimulai pada bulan Agustus Tahun 2021 lalu, sehingga kegiatan positif ini diharapkan dapat meningkatkan iman dan akhlak bagi siswa dan juga sangat diharapkan dapat mengurangi kenakalan bagi remaja khususnya diluar lingkungan sekolah.
Masih kata kepsek penggerak SMP satu-satunya perwakilan Srikandi khusus tingkat SMP Kota Bima ini mengatakan, sebagai bentuk upaya menyukseskan program sekolah penggerak disekolahnya ada 25 orang guru yang daftar sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan Ke VI Tahun 2022, dan dari 25 orang guru tersebut diantaranya berstatus PNS 18 orang, sedangkan sisanya 7 orang berstatus Honorer (Non PNS). "Semoga Tahun ini guru-guru hebat milik sekolah ini lolos semua sebagai CGP," tutup Ida Asriaty Nur. (TN - 01/Adv.)