KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Kegiatan In House Training (IHT) Penguatan dan Pengimbasan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada Sekolah Penggerak (SP) SDN 28 Melayu Kota Bima yang digelar selama 4 hari (13 - 16 Juli 2022) yang diikuti oleh 17 peserta yang merupakan guru Kelas II, guru Kelas V, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Pada IHT IKM ini di SP ini bersifat mandiri yang diimbaskan pada interen guru kelas II, V, PAI dan PJOK se SDN 28 Melayu. Kegiatan yang dibuka Rabu (13/07/2022) tersebut dihadiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima yang diwakili Kabid Dikdas Muhammad Humaidi, M. Pd, Koordinator Pengawas (Korwas) Abd. Salam, S. Pd, Pengawas Pembina Muh. Said, S. Pd.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala SDN 28 Melayu Nurfatuh, S. Pd., SD mengatakan kita harus bangga dengan memiliki SDM yang dimiliki sekolah ini seperti 6 orang narasumber IHT IKM :
- Nurfatuh, S. Pd., SD (Kepala SP)
- Rahmah, S. Pd I (Guru Penggerak) sekaligus Kepala Bidang PAI
- Iksan, S. Pd (Komite Pembelajaran)
- Dian Mayasari, S. Pd (Komite Pembelajaran)
- Muhammad, S. Pd (Master Trening)
- Mariani, S. Pd., SD (Guru Penggerak/Cakep).
Dalam IHT Implementasi Kurikulum Merdeka selama 4 hari itu, akan membahas materi kebijakan IKM (filosofi Ki Hajar Dewantara dan Merdeka Belajar), kerangka Kurikulum, struktur kurikulum, Profil Pelajar Pancasila (P3), Capaian Pembelajaran (CP), Akur Tujuan Pembelajaran (ATP), geogle wordspech education, modul ajar, prinsip pembelajaran dan asesmen, Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP), program sekolah penggerak, asesmen, rapor pendidikan (raport sekolah dan raport siswa). "Insya Allah SP SDN 28 Melayu Bisa, Bisa dan Sangat Bisa," ujar Ibu Nurfatuh ini.
Sementara itu, dalam sambutanya Dikbud Kota Bima yang diwakili Kabid Dikdas Muhammad Humaidin, M. Pd, bahwa IKM bagi sekolah penggerak harus selangkah lebih terdepan dibandingkan sekolah-sekolah lainnya (non sekolah Penggerak). Sekolah lain melakukan IKM mandiri, sedangkan sekolah penggerak harus melakukan Pengimbasan kesekolah lain, jadi guru-guru harus memanfaatkan plafon belajar. "IHT IKM pada sekolah penggerak harus dikuatkan dulu dalam SDM-nya sendiri, karena SP SDN 28 Melayu ini memiliki 4 orang narasumber untuk IHT IKM sehingga saat pengimbasan kesekolah lain dapat lancar," ujarnya.
Pasalnya, ke-4 orang narasumber ini akan pimpin IHT IKM dan berbagi kesekolah lain, tepatnya pada guru SD se Kecamatan Asakota yang akan digelar pada 18 - 21 Juli 2022 di Aula SDN 1 Melayu Kota Bima, yang diikuti bagi guru Kelas I, guru Kelas IV, guru PAI dan guru PJOK. "Saya yakin SP SDN 28 Melayu dibawah tangan dingin Ibu Nurfatuh selaku Kepala Sekolah (Kepsek) pasti bisa menjadi narasumber (Pengimbasan) kesekolah lainnya, tutup Muhammad Humaidin. (TN - 03)
