KOTA BIMA, TUPA NEWS.- In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) secara mandiri yang digelar pihak SMP Negeri 6 Kota Bima (Spenam) berlangsung selama tiga hari (13 - 15 Juli 2022), kegiatan yang diikuti oleh para peserta (guru) untuk penyusunan modul ajar dengan para Narasumber hebat, seperti Bambang Setiawan, M. Pd (Ketua Ikatan Guru Indonesia - IGI Kota Bima), Yulianti, M. Pd (Angkatan Ke-II Komite Pembelajaran SMKN 3 Kota Bima), Rofika Mutmainah, M. Pd (Alumni Komite Pembelajaran SMAN 5 Kota Bima).
Salah satu Narasumber yang berhasil diwawancarai media ini mengatakan, kegiatan ini merupakan tidak lanjut tindak lanjuti dari kegiatan pertama sebelumnya, yang digelar pada 17 Juni 2022 lalu terkait dengan sosialisasi dan pengenalan IKM. Jadi hari ini (Rabu-Kamis) IHT berupa penyusunan modul ajar dan asesmen Mata Pelajaran (Mapel) dan projek profil Pancasila, demikian penjelasan Bambang Setiawan pada Tupa News Rabu siang.
Alnjutnya, adapun bentuk kegiatan IHT ini yakni tutorial terbimbing untuk guru dan dibimbing secara langsung dengan menyusul modul ajar sesuai tahapan. "Peserta ini merupakan guru mata pelajaran, diantaranya Mapel Pendidikan Agama Islam (PAI), PKn, PJOK, Muatan Lokal (Mulok), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan pendidikan Pancasila. Jadi kegiatan ini untuk menentukan penyusunan modul ajar berikutnya," jelasnya sambil menambahkan bahwa kegiatan ini berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 16.00 Wita.
![]() |
| Foto bersama peserta IHT SMPN 5 Kota Bima bersama jajaran dinas dan narasumber hebat, Rabu (13/07/2022). |
Sementara itu, dalam Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima melalui Kabid Dikdas Muhammad Humaidin, M. Pd saat sambutan pembukaannya menyampaikan, bahwa elaksanaan In-house Traning /IHT di laksanakan SMP 6 Kota Bima secara mandiri. Karena di tahun pelajaran 2022/2023, sudah menerapkan IKM untuk kelas VII. "Pelaksanaan IHT ini akan di dampingi oleh narasumber hebat, untuk kegiatan ini bukan lagi sosialisasi terkait IKM, namun bagaimana teknisnya penyusunan perangkat ajar, dan seluruh administrasinya, sehingga bisa di gunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar," ujar Humaidin sapaan akrab Kabid Dikdas ini
IKM ini selain dampingi oleh narasumber para peserta juga bisa memanfaatkan platform merdeka mengajar PMM sehingga bisa mengambil praktek baik yang sudah ada di PMM. Pelaksanaan dilaksanakan selama 3 hari, sehingga nantinya seluruh peserta mendapatkan sertifikat pengembangan diri dan peserta harus mempunyai produk administrasi pembelajaran, tutup Humaidin.
Dipengantar terakhirnya, Kepala SMPN 6 Kota Bima Atu Mindaratu, S. Pd., Mat dalam sambutan pembukanya, tidak lalu panjang dan lebar, tapi Ibu Atu ini (Sapaan akrab kepsek) menyampaikan ada roda pedati, ada roda delman. Tentu jgn lupa beri pengaman, ada kodrat alam, ada kodrat zama, guru jgn diam di Zona nyaman, singkatnya. (TN - 01)

