KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Dulu SMA Negeri 3 Kota Bima selalu identik dengan isu negatif, baik masalah perkelahian antar pelajar (internal maupun eksternal) sekolah, angka putus sekolah yang tinggi akibat pernikahan dini, dan pengaruh sosial lainnya. Hal ini disebabkan faktor lingkungan pergaulan, keadaan ekonomi, dan lain sebagainya.
Kini sekolah yang berlokasi di Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba itu, dipimpin oleh Jon Hermansyah, S. Pd. M.Pd selaku Kepala SMAN 3 Kota Bima yang dilantik sejak 6 Agustus 2021 lalu, pak Jon (sapaan akrab kepsek ini) memiliki program jemput bola untuk menyelesaikan seluruh permasalahan siswanya, terutama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya itu.
Jemput bola dimaksud, yakni setiap ada potensi masalah langsung menugaskan guru Bimbingan Konseling (BK) dan Walikelas untuk mendatangi secara langsung dikediaman siswanya (dor to dor). Hal ini dilakukan agar dapat melakukan pendekatan secara kekeluargaan dengan orang tua siswa, untuk mengatahui secara langsung kondisi siswa, dan dapat menyelesaikan masalah dari hati ke hati dengan orang tua dan siswa, hasilnya cukup luar biasa sudah tidak ada lagi perkelahian antar pelajar baik interen dan eksternal, dan berdasarkan catatan guru BK sudah tidak ada lagi siswanya yang dilaporkan tersangkut penyakit sosial. Demikian penjelasan Jon Hermansyah ketika ditemui beberapa wartawan dihalaman sekolahnya Selasa (11/01/2022) pagi.
Kata mantan Kepsek SMAN 1 Sape itu, saat ini SMAN 3 Kobi memiliki 400 siswa (15 Rombongan Belajar). masing-masing 5 rombel per-jenjang. Untuk Tahun Ajaran 2022/2023 akan diupayakan penambahan rombongan belajar sesuai kuota yaitu sebanyak 8-9 rombel untuk kelas X (sepulauh) tentunya dengan upaya dan kerja keras yang terukur dan berkualitas, terutama dalam rangka mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat serta merubah image (kesan) buruk masyarakat sehingga masyarakat dapat kembali menyekolahkan anaknya di SMAN 3 Kota Bima.
Dibawah kendali kepsek yang baru SMAN 3 Kota Bima telah berubah kearah yang lebih baik, dilihat dari kedisiplinan siswa, penanaman nilai karakter dan teknik penanganan siswa yg efektif yang tentunya secara perlahan akan meningkatkan mutu pendidikan, beber Jon.
Sebagai bukti, setelah media menggali informasi dari guru BK bahwa disekolahnya sudah tidak temui lagi perkelahian antar pelajar dan baru - baru ini juga telah berani menerima limpahan siswa dari sekolah lain yang terlibat tawuran antar pelajar belum lama ini dan hanya SMAN 3 Kota Bima saja yang berani menampung mereka. "Alhamdulilah disini mereka akan baik-baik saja dan tidak terlibat lagi pada kasus yang sama," kata salah seorang guru BK.
Berikut prestasi yang diraih siswanya dibidang Non Akademik diakhir Tahun 2021 yakni, juara 1 Sepak Takraw Putra Tingkat KCD Dikbud Bima dan Kota Bima, dan mendapat terbaik 2 pada tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, selain itu juga mendapat juara 2 pada Kompetisi Sains Mata Pelajaran (Mapel) Fisika se Pulau Sumbawa pada HAB Kemenag 2021. Sementara pada segi pembenahan dan pemenuhan sapras pendukung, pada Tahun 2022 ini seorang Jon berencana akan memoles fisik sekolah yang dipimpinnya, seperti penyediaan lapangan upacara yg representatif, lapangan olahraga, sarana penunjang Sabtu Budaya, tempat parkir guru dan siswa yang representatif. "Tentunya atas dukungan semua pihak," pungkasnya.
Hasil pantauan media ini bahwa yang bersangkutan (Jon, red) masih pulang-pergi (PP) Sape - Kota bima dalam menjalankan tugasnya di SMAN 3 Kota Bima. (TN - 01/Adv.)