![]() |
|
Pakar Seksiolog Zoya Amirin, M.Psi |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Maraknya kasus perselingkuhan oleh oknum Kepala
Satuan Pendidikan dengan Pasangan sah orang lain di Kota Bima
akhir-akhir ini telah mendapatkan sorotan tidak hanya berasal dari
Komisi I DPRD Kota Bima (Amir Syarifuddin,SHi), Pengamat Pendidikan dan
Sosial Kemasyarakatan (Bang Dee Dee), tetapi juga dari Tokoh Agama
Islam (Ustadzh, TGH. H. Muhammad Adnin,SQ. M.Pd). Namun, kali ini
Redaksi Tupa News akan mengutip pendapat seorang pakar Seksolog klinis yaitu Zoya Amirin MPsi FIAS dalam sebuah obrolannya yang bertajuk “ Normalkah Pria Yang
Telah Beristeri Terangsang dengan Wanita yang telah Bersuami??? Berikut
ini hasil kutipan media ini pada obrolannya di video yuotube-nya
(https://youtu.be/1onqk90yTEM).
Menurut Zoya Amirin, M.Psi bahwa pria yang telah beristeri terangsang dengan Wanita yang telah bersuami adalah normal. Tetapi, bukan berarti si Pria seenaknya melampiaskan perasaannya dengan melakukan tindakan lebih, yaitu dengan melakukan hubungan badan dengannya. Dikutip dari pendapatnya Hellen Fisher, Mbak Zoya Amirin menguraikan bahwa Pria pada dasarnya memiliki otak yang bersifat hunting (berburu).
Laki-laki senang melihat perempuan yang agak sulit didapatkan terutama Pebinor – Penyuka Bini Orang. Si Pria yang suka mengincar Bini Orang ibaratnya melihat ikan yang cantik dalam aquarium tapi gak bisa disentuh. Saking penasarannya, bawaannya ingin cari melulu. Kalau kata Hellen Fisher bahwa otak laki-laki itulah yang membuat mereka relative lebih bersifat agresif dan cenderung mencari cara-cara yang efektif untuk melakukan pendekatan. “Memang sih, secara Sosial Biologi Laki-laki itu suka hunting- suka mengincar dan mengejar,” terang Zoya.
Di satu sisi, Cinta juga tidak bisa memilih kapan, siapa, dan dimana. Tetapi, misalnya jatuh cinta sama orang yang statusnya sudah menikah, ya jangan disalahkan cintanya sih kali. Cinta sih gak pernah salah. Statusnya saja yang kadang-kadang salah. So, It’s all your false. Khan kita bisa memilih, kalau kita sudah tahu itu adalah bini sah orang lain, ya… sudahlah. Jangan cari gara-gara..!. Masih banyak yang bisa dihunting diluaran sana. Masih banyak yang bisa dikejar. Tapi juga jangan melihat dan menjadikan status milik orang lain itu sebagai sebuah Challenge (Tantangan). Bukan begitu dong makna challenge tersebut. Tantangan itu adalah bagaimana memenangkan hati wanita yang masih single dan juga oke,” Ingat Zoya.
Dus,
“Kebanyakan Pria yang suka punya niatan dan keinginan untuk mengejar
wanita yang sudah menjadi milik orang lain dan berstatus, kemungkinan
besarnya adalah mereka yang tidak ingin serius menjalin hubungan atau
relationshipnya. Jadi kalau dia kejar dan dapat, habis itu ya sudah - ya
basi. Jadi, kalau masih ada stempel “Pebinor” melekat pada diri anda,
disarankan secepatnya berkonsultasi ke Psikiater karena kemungkinan
besar ada “sesuatu” dengan kisah percintaan dan hubungan anda dengan
wanita sebelumnya sehingga anda merasa bahwa kata-kata seks itu adalah
sebuah tantangan untuk anda berfantasi dan melakukan sesuatu untuk itu
”pungkas Mbak Zoya.
Masih menurut Zoya, Pebinor itu dapat diibaratkan dengan seekor kucing pada musim kawin yang mana pembawaannya berisik, meong – woang sana sini. Padahal kenyataannya, kita bukanlah kucing yang sifatnya nafsu melulu. Kita punya otak depan (Pre protal cortex). Otak depan kita adalah executive judgment dimana dia menentukan baik - buruk, benar – salah dan itulah yang kemudian dikenal sebagai Akal Budi. “ Akal Budi inilah yang akan memberikan pencerahan pada kita tentang“ apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan? Ada norma, aturan, dan budaya yang mengikat. Sesungguhnya, itulah hal-hal dasar yang membedakan kita dengan binatang, “ tegasnya mengakhiri obrolan.
Akhirnya, Redaksi Tupa News ingin mengajak kita semua khususnya untuk Pria yang telah berstatus Suami dan Wanita yang telah berstatus Isteri untuk lebih waras dan optimal menggunakan Akal Budinya ke jalan yang benar yaitu Jalan orang-orang yang diridhoi oleh Allah SWT dan bukan jalan orang yang dimurkai, seperti salah satunya “ Pebinor – Penyuka Isteri Orang”. Insya Allah!!!. (Red – TN)
Masih menurut Zoya, Pebinor itu dapat diibaratkan dengan seekor kucing pada musim kawin yang mana pembawaannya berisik, meong – woang sana sini. Padahal kenyataannya, kita bukanlah kucing yang sifatnya nafsu melulu. Kita punya otak depan (Pre protal cortex). Otak depan kita adalah executive judgment dimana dia menentukan baik - buruk, benar – salah dan itulah yang kemudian dikenal sebagai Akal Budi. “ Akal Budi inilah yang akan memberikan pencerahan pada kita tentang“ apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan? Ada norma, aturan, dan budaya yang mengikat. Sesungguhnya, itulah hal-hal dasar yang membedakan kita dengan binatang, “ tegasnya mengakhiri obrolan.
Akhirnya, Redaksi Tupa News ingin mengajak kita semua khususnya untuk Pria yang telah berstatus Suami dan Wanita yang telah berstatus Isteri untuk lebih waras dan optimal menggunakan Akal Budinya ke jalan yang benar yaitu Jalan orang-orang yang diridhoi oleh Allah SWT dan bukan jalan orang yang dimurkai, seperti salah satunya “ Pebinor – Penyuka Isteri Orang”. Insya Allah!!!. (Red – TN)
