![]() |
| Mis Yasim Nipa : nampak guru-guru sedang membagikan masker gratis yang dilanjutkan pembagian masker yang sama pada para siswa. |
Ambalawi, Tupa News.- Pada Tahun Ajaran Baru 2020/2021 ini Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Yasayan Islam (Yasim) Nipa baru memiliki 20 orang siswa baru, sehingga sejak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) MIS Yasim Nipa terus melakukan upaya pencegahan Covid-19 sesuai dengan edaran dan himbauan pemerintah baik pusat, propinsi, Kanwil Kemeneterian Agama Propinsi Nusa Tenggara Barat, Bupati Bima maupun Kementerian Agama Kabupaten Bima.
Hal itu di lakukan demi bersama-sama memutus tersebarnya Covid-19 yang sendang mewabah di seluruh dunia. Sejak bulan Maret 2020 lalu, kegiatan pembelajaran tetap di lakukan secara Luar Jaringan (Luring) maupun BDR ( Belajar Dari Rumah). “Terimakasih kepada seluruh dewan guru dengan telaten dan sabar melaksanakan tugasnya demi menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya atas arahan. Walaupun sekolah tetap di laksanakan dan para siswa harus di berlakukan BDR,” ujar Kepala MIS Yasim Nipa Kusman, S.Pd.I pada wartawan ini saat Selasa (21/07/2020)
Lanjut Kepsel ditemui disekolahnya itu, tidak mudah sebenarnya melakukan pembelajaran dari rumah karena kondisi anak-anak di desa yang ada di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima ini, dinilai kurang perhatikan untuk waktu belajarnya. Kadang harus mencari kemana-mana baik oleh guru itu sendiri maupun di cari sama teman-temannya (Siswa), maupun orang tua siswa itu sendiri.
Namun dengan pola ini, para guru MIS Yasim Nipa tidak kehilangan ide dan cara untuk tetap bisa belajar di rumah. Kadang harus buat janji sama anak-anak (siswa) atau menghubungi orang tua/wali murid agar tetap bisa belajar di rumah. Disini, MIS Yasim Nipa memiliki 19 orang, yang terdiri dari dua orang guru PNS, 4 orang guru Non PNS Bersertifikasi dan guru sukarela biasa sebanyak 13 orang.
Walau banyak yang masih honor dan sukarela tidak memutus semangat kami untuk melakukan pembelajaran di rumah karena Motto Kementerian Agama "Iklas Beramal” sudah mengakar kuat dalam jiwa para guru disini, sehingga dalam kondisi apappun tidak menjadi penghalang untuk tetap mengajar. “Upaya untuk memutuskan mata rantai Covid-19 tetap di lakukan baik dengan menyediakan Alat Pelindung Diri sederhana (APD) seperti Masker baik untuk guru maupun siswa, menyediakan alat cuci tangan dan lain-lain. Satu do'a dan harapan kami semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala segera mengangkat Pandemi Covid-19 ini agar seluruh aktifitas manusia bisa kembali normal dan sekolah bisa normal kembali. Hanya kepada Allah kita sama-sama memohon pertolongan agar virus berbahaya dan tidak nampak ini segera di angkat,” harapnya sambil berdoa.
Dirinya juga mneghimbau, kepada seluruhmasyarakat agar dalam upaya pencegahan virus coronan ini harus di lakukan secara bersama-sama, baik di seluruh tempat, seperti pasar-pasar, mall, maupuan tempat massal lainnya, agar tetap mematuhi Protokoler Kesehatan Covid-19.
Diakhir wawancaranya, Kepsek termuda ini menyampaikan keadaan sekolahnya saat ini, bahwa sekolahnya memiliki 155 siswa Tahun Pelajaran (Tapel) 2019/2020 lalu, kemudian yang tamat tahun pada kelas VI kemarin (Tapel 2019/2020) sejumlaj 21 orang, dengan rincian 6 orang laki-laki dan 15 perempuan. Tiap tahun siswa (Alumni) MIS Yasim Nipa dominan melanjutkan pendidikan ke MTs Al Falah Nipa dengan alasan minat dari orang tuan dan anak-anak untuk belajar Ilmu Agama.
Pasalnya, mata pelajarannya juga hampir sama dengan di sekolah asalnya (MIS Yasim Nipa, red), ada pula yang melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Ambalawi selalu di minati, SMP-IT Imam Syafi'i Kota Bima, Pondok Pesantren Abu Hurairan Mataram dan SMP-IT Imam Bukhari Dompu. Saat ini, di MIS Yasim Nipa rata-rata siswa perkelas di atas 20 orang siswa, untuk kelas II ada dua kelas yaitu kelas II.A dan Kelas II.B dengan jumlahnya 46 orang siswa, sedangkan terkait Tapel 2020/2021 baru 20 orang yang mendaftar, hal ini disebabkan Covid-19, sehingga orang tua daftar anak-anaknya sambil menunggu situasi Covid-19 meredah sehingga peserta didik baru akan bertambah nantinya, jelas kepsek alumni SMA Negeri 4 Kota Bima Tahun 2003/2004. (TN – 01)
Walau banyak yang masih honor dan sukarela tidak memutus semangat kami untuk melakukan pembelajaran di rumah karena Motto Kementerian Agama "Iklas Beramal” sudah mengakar kuat dalam jiwa para guru disini, sehingga dalam kondisi apappun tidak menjadi penghalang untuk tetap mengajar. “Upaya untuk memutuskan mata rantai Covid-19 tetap di lakukan baik dengan menyediakan Alat Pelindung Diri sederhana (APD) seperti Masker baik untuk guru maupun siswa, menyediakan alat cuci tangan dan lain-lain. Satu do'a dan harapan kami semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala segera mengangkat Pandemi Covid-19 ini agar seluruh aktifitas manusia bisa kembali normal dan sekolah bisa normal kembali. Hanya kepada Allah kita sama-sama memohon pertolongan agar virus berbahaya dan tidak nampak ini segera di angkat,” harapnya sambil berdoa.
Dirinya juga mneghimbau, kepada seluruhmasyarakat agar dalam upaya pencegahan virus coronan ini harus di lakukan secara bersama-sama, baik di seluruh tempat, seperti pasar-pasar, mall, maupuan tempat massal lainnya, agar tetap mematuhi Protokoler Kesehatan Covid-19.
Diakhir wawancaranya, Kepsek termuda ini menyampaikan keadaan sekolahnya saat ini, bahwa sekolahnya memiliki 155 siswa Tahun Pelajaran (Tapel) 2019/2020 lalu, kemudian yang tamat tahun pada kelas VI kemarin (Tapel 2019/2020) sejumlaj 21 orang, dengan rincian 6 orang laki-laki dan 15 perempuan. Tiap tahun siswa (Alumni) MIS Yasim Nipa dominan melanjutkan pendidikan ke MTs Al Falah Nipa dengan alasan minat dari orang tuan dan anak-anak untuk belajar Ilmu Agama.
Pasalnya, mata pelajarannya juga hampir sama dengan di sekolah asalnya (MIS Yasim Nipa, red), ada pula yang melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Ambalawi selalu di minati, SMP-IT Imam Syafi'i Kota Bima, Pondok Pesantren Abu Hurairan Mataram dan SMP-IT Imam Bukhari Dompu. Saat ini, di MIS Yasim Nipa rata-rata siswa perkelas di atas 20 orang siswa, untuk kelas II ada dua kelas yaitu kelas II.A dan Kelas II.B dengan jumlahnya 46 orang siswa, sedangkan terkait Tapel 2020/2021 baru 20 orang yang mendaftar, hal ini disebabkan Covid-19, sehingga orang tua daftar anak-anaknya sambil menunggu situasi Covid-19 meredah sehingga peserta didik baru akan bertambah nantinya, jelas kepsek alumni SMA Negeri 4 Kota Bima Tahun 2003/2004. (TN – 01)

